Latsitarda Ke-XLII/2022, Bupati Lotim Ajak Cintai Rakyat

0
Forkopimda menerima peserta Latsitarda di Kantor Bupati Lombok Timur.(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 265 orang peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke XLII/2022 siap membaur dengan masyarakat Lotim. Peserta dari Akademi Angkatan Militer (AKMIL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian dan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) itu diajak Bupati untuk mencintai rakyat.

“Cintailah masyarakat Lotim sebagaimana mencintai bangsa atau rakyat masyarakat kita yang lain,” ajak Bupati Lotim yang disampaikan saat menerima rombongan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lotim, Sabtu lalu. Meski kegiatan Lastitarda ini hanya beberapa hari, Bupati berpesan kepada para peserta supaya membangun komunikasi dan silaturahmi yang barik bersama masyarakat. “Membaurlah dengan  dengan masayarakat dan menjadi penduduk di Lombok Timur meski hanya sementara,” pesannya.

Bupati mengakui, kegiatan Latsitarda  merupakan nostalgia baginya. Orang nomor satu di Lotim itu pernah mengalami hal serupa seperti para peserta. Diceritakan perjalanan karirnya sebelum menjabat sebagai Bupati Lombok Timur pernah berdinas menggunakan pakaian loreng selama 28 tahun.

“Saya bertugas selama 28 tahun di TNI,” tuturnya. Selama pengabdiannya sebagai tentara, Sukiman Azmy pernah menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lotim. Sukiman pernah mendapatkan bintang Kartika Ekapaksi. “Tahun 2004 saya mengakhiri dinas militer beralih status menjadi ASN,” urainya. Sukiman waktu itu dipercaya menjadi kepala biro umum kementerian Agama RI. “Masa itu adalah masa penuh perjuangan,” kenangnya.

Sementara itu,  Sekretaris Daerah H. M. Juaini Taofik yang juga hadir pada acara tersebut mengimbau agar peserta menghargai kearifan lokal yang berlaku di Lotim. Ia mencontohkan pengguna sapaan dengan menghindari penggunaan kata ‘kamu’ kepada masyarakat setempat. “Gunakan kata ‘plungguh’, sebab itu merupakan sebutan tertinggi jika berkomunikasi dengan lawan bicara,” katanya.

Sekda juga menyebutkan beberapa kearifan lokal lainnya yang ada di empat kecamatan yang menjadi lokasi kegiatan Latsitarda, salah satunya kecamatan Sambelia. Ia menyebut bahwa di Sambelia seringkali diadakan kegiatan bersih-bersih tempat ibadah. Dijelaskan, itu artinya menunjukkan simbol kerukunan umat beragama. Toleransi umat beragama di Lotim sangat bagus.

Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf. AMIN M. Said menjelaskan, Latsitarda yang akan berlangsung hingga Juni mendatang itu diisi dengan kegiatan fisik dan non fisik berupa pembinaan promosi, tentang akademik dan sosialisasi kepada anak-anak muda. Juga terkait dengan bagaimana hidup di era sekarang, cara bermedia sosial dengan baik dan tidak melanggar norma-norma. (rus)