Kapasitas 2.000 Ton, Bongkar Muat Pelabuhan Kempo Sampai Lima Hari

0
Pelabuhan Soro Kempo.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kapasitas pelabuhan Soro Kempo kini sudah diturunkan dari 5 ribu ton menjadi 2 ribu ton untuk bongkar muat barang. Penurunan kapasitas pelabuhan ini seiring usia dan kondisi pelabuhan yang rusak ditabrak kapal saat nyandar beberapa waktu lalu.

Selain kapasitas kapal bongkar muat dikurangi, sistem bongkar muat barang di pelabuhan Soro yang masih menggunakan sistem manual menyebabkan proses angkut barang terlambat. Kondisi ini menyebabkan proses distribusi jagung dari Dompu ke luar termbat dan antrian kapal menjadi lebih lama.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, Ir H Fakhrurrazi kepada Suara NTB, Senin, 16 Mei 2022 mengungkapkan, penurunan kapasitas pelabuhan Soro Kempo menjadi 2 ribu ton mulai dilakukan tahun 2022 ini. Itu dilakukan karena faktor usia pelabuhan dan kerusakan pelabuhan ditabrak kapal beberapa waktu lalu. “Pelabuhannya masih bisa digunakan, cuman kapasitasnya (kapal yang nyandar) kita kurangi. Kalau dulu bisa sampai 4 – 5 ribu ton, sekarang sekitar (maksimal) 2 ribu ton,” ungkapnya.

Anggaran dana alokasi khusus (DAK) perhubungan tahun 2022 sebesar Rp.6,7 M, kata H Fakhrurrazi, dimanfaatkan untuk pembangunan area parkir mobil angkutan, jaringan listrik, dan sanitasi. Untuk pembangunan dermaga dan fasilitasnya belum dilakukan, karena membutuhkan anggaran cukup besar.

Kondisi pelabuhan Soro Kempo yang masih menggunakan sistem manual untuk bongkar muat barang membuat kapal membutuhkan waktu yang panjang untuk antri dan angkutan jagung diarahkan ke pelabuhan lain atau menggunakan angkutan darat. Tidak hanya itu, lambatnya proses distribusi di pelabuhan Soro Kempo juga menyebabkan gudang – gudang yang ada tidak mampu menampung jagung petani ketika puncak produksi. Akibatnya, harga di tingkat petani bisa dipermainkan dan anjlok.

Hasan, salah seorang ekspedisi di Soro Kempo berharap kepada pemerintah untuk bisa mengupayakan alat untuk mempercepat proses bongkar muat di pelabuhan Soro Kempo. Apalagi kondisi pelabuhan yang tidak pernah direhab sejak dibangun, akan semakin keropos bila proses bongkar muat dilakukan di pelabuhan. “Kalau pake alat bongkar muat, proses bisa lebih cepat. Kapal akan lebih banyak yang nyandar dan pemasokan ke daerah semakin besar juga,” katanya. (ula)