Pembatasan Usia Haji, Minat Umrah Berpotensi Naik Tiga Kali Lipat

0
Nanang Supriadi bersama para jemaah umrah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Minat masyarakat berumrah diprediksi meningkat hingga tiga kali lipat, setelah adanya kebijakan pembatasan usia calon jemaah haji maksimal 65 tahun. Kebijakan pembatasan usia calon jemaah haji ini berlaku di tengah pelonggaran pemerintah Arab Saudi dengan diperbolehkannya penyelenggaraan ibadah haji setelah dua tahun dunia diserang pandemi covid-19.

Sempat tak diperbolehkan pemberangkatan haji Indonesia selama dua kali haji membuat daftar tunggu haji justru menjadi makin panjang, mencapai 36 tahun. Salah satu pengusaha travel haji dan umrah NTB, Nanang Supriadi, menjelaskan umrah menjadi pilihan logis jemaah di tengah panjangnya waktu tunggu haji yang mencapai 36 tahun.

“Umrah menjadi pilihan logis jemaah yang ingin ke tanah suci Mekah karena waktu tunggu yang semakin panjang. Kami mendapat kabar karena adanya penundaan haji selama pandemi, waktu tunggu di NTB bisa di atas 40 tahun,” jelas Nanang , Jumat, 13 Mei 2022.

Mengantisipasi tingginya permintaan umrah, pengusaha travel haji dan umrah di NTB mulai menawarkan paket umrah arbain yang pahala sama dengan haji. “Pola kedepan kami tawarkan paket umrah arbain, dengan salat 5 waktu sebanyak 40 kali di masjid Nabawi pahalanya sama dengan haji. Kemudian ada umrah pada bulan ramadan bisa dilakukan oleh jemaah,” kata Nanang.

Biaya umrah juga semakin naik karena naiknya permintaan dari masyarakat muslim di NTB untuk umrah. “Sekarang biaya umrah paling murah Rp30 juta, kenaikan ini juga dipicu naiknya biaya visa dan pajak pemerintah Saudi Arabia,” ujar Nanang. Nanang juga menjelaskan, Pemerintah Saudi Arabia juga semakin memperpanjang waktu umroh hingga menjelang musim haji.

“Sekarang waktu umrah semakin fleksibel, biasanya satu bulan sebelum musim haji umrah sudah ditutup, sekarang hingga 15 syawal visa umrah masih diberikan, padahal sudah mendekati musim haji,” ungkapnya. Pengusaha travel menyayangkan pembatasan usia, mengingat¬† sebagian besar calon jemaah haji di NTB sudah berusia di atas 60 tahun.

“Kami memang sangat menyayangkan pembatasan usia ini, karena 50 persen dari jemaah yang terdaftar berusia di atas 60 tahun, ada yang 65 ke atas yang seharusnya mereka diutamakan,” ujar Nanang. Nanang berharap pembatasan usia ini bersifat sementara, sehingga calon jemaah haji yang berusia di atas 65 bisa berangkat pada musim haji 2023. “Kami harap tahun depan sudah normal, dan pembatasan usia tidak ada lagi,” kata dia. (bul)

Tiitle Ads