Lotim Tutup Pasar Ternak dan ”Lockdown” Kandang

0
Petugas mulai menutup kandang dengan memasang plang. Hal ini untuk menghindari penularan PMK semakin meluas di Lotim. (Suara NTB/rus)

PENYAKIT Mulut dan Kuku (PMK) ditemukan juga banyak menyebar pada ternak sapi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Penyebaran virus menyerang mulut dan kuku sapi ini  cukup cepat. Ratusan ternak dinilai sudah terjangkit. Lotim pun mengambil langkah cepat dengan menutup seluruh pasar ternak dan lockdown seluruh kandang.

Kepala Dinas Petenakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) H. Masyhur didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Drh. Hultatang saat dikonfirmasi mengatakan penutupan pasar ternak dimulai sejak Senin mendatang.

Masyhur menjelaskan, penutupan direncakan selama tiga pekan mendatang. Tidak saja Pasar Ternak Masbagik, Pasar Ternak Keruak pun berlaku sama. Aktivitas pasar tiga kali sepekan selama ini dihentikan sementara. Sedangkan kandang-kandang yang sudah terjangkit dipasangkan plang penutupan.

Jauh sebelum adanya PMK, sudah ada laporan dari kelompok ternak dan langsung ditindaklanjuti. Kadisnakeswan Lotim ini sudah melakukan pengambilan sampel pada empat ekor ternak dan memang ditemukan positif terjangkit. Dari sampel yang diambil mengindikasikan sudah cukup banyak sapi yang terpapar.

Sampel darah dan air liur ternak di ambil dokter hewan di Kelompok Ternak Bermi Jaya Aikmel, Al Mukhlisin, Sabilal Muhtadin dan lainnya. Masing-masing kelompok ini diduga terjangkit lebih dari sepuluh ekor. “Ada 40-60 satu kandang,” sebut Hultatang menambahkan.

Menurut Hultatang, PMK ini jika diplesetkan merupakan ‘’corona’’ pada pada ternak. Di mana terjadi infeksi pada kelenjar ludah, sehingga keluar air liur terus pada ternak. Penularannya interaksi ternak-antar ternak.

Untuk itu seluruh peternak diimbau untuk waspada dan melakukan penutupan seluruh kandangnya sementara waktu. Jika menemukan ada ternak sapi mengalami gejala segera malapor dan tidak buru-buru menyembelih atau menjual ternaknya.

Saat ini Disnakeswan Lotim coba focus untuk melakukan pencegahan penularan lebih luas. Pasalnya, situasi cuaca yang berubah-rubah beberapa bulan terakhir ini juga dinilai bisa menjadi pemicu cepatnya penularan.

Sementara itu, terhadap ternak-ternak yang sudah terjangkit sebelumnya ini diyakinkan sudah mulai ada yang sembuh dengan obat analgesic, antipiretik dan antibody pada ternak.  “Kita juga berikan multivitamin,” sebutnya.

Penularan sejauh ini terjadi hanya antar ternak. Tidak terjadi dari ternak ke manusia. Daging sapi yang kena PMK ini dipastikan juga masih aman konsumsi. Terpenting dimasak di atas suhu 70 derajat celcius. (rus)

Tiitle Ads