Lotim Berikan Hadiah Umrah Guru Berprestasi

0
Sekda H. M. Juaini Taofik menyerahkan hadiah umrah kepada para guru berprestasi pada peringatan Hardiknas tahun 2022,Jumat, 13 Mei 2022.  (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Pemda Lombok Timur (Lotim) digelar di halaman kantor Bupati Lotim, Jumat, 13 Mei 2022. Pada momentum hari bersejarah ini, Pemkab Lotim memberikan penghargaan kepada 10 guru berprestasi.

Hadiah umrah ini diserahkan  Sekda Lotim H. M. Juaini Taofik usai menjadi Pembina Upacara Hardiknas. Adapun sepuluh guru tersebut adalah, Ernawati, S.Pd., asal TK Nahdlatus Shaufiah Wanasaba, Endang Kustini Latif, S.Pd., asal TK Aisyah Pancor, Wirantake, S.Pd., M.Pd., asal SDN 4 Perigi, Baiq Suriyatun, M.Pd., asal SDN 1 Teros, Syaihun, M.Pd.I., asal MI 2 Kelayu Selatan.

Selain itu, ada Baiq Nurul Ihsan, S.Pd., asal MI Unwanul Falah NW Paok Lombok, Mahyuddin, SP., M.Si., asal SMPN 1 Keruak, Istiharoh, M.Pd., asal SMPN 1 Suralaga, Siti Husnul Khotimah, S.Pd., asal MTs, NW Aik Ampat dan Haneq Hayaze, S.Pd., dari MTs Negeri 1 Selong. Pemilihan guru berprestasi tersebut sesuai hasil seleksi ketat yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim.

Prosesi upacara peringatan Hardiknas di Lotim ini terlihat cukup semarak. Semua peserta menggunakan pakaian adat daerah. Hadir jajaran  Forkopimda, pimpinan OPD, Asisten, Staf Ahli, Staf Khusus dan Kabag lingkup Setda Kabupaten Lotim. Usai upacara sejumlah siswa SD dan SMP  mempertunjukkan kolaborasi Tari Kolosal Profil Pelajar Pancasila dengan Gendang Beleq. Siswa-siswi tersebut adalah siswa Sekolah Penggerak SD dan SMP Kabupaten Lotim di bawah asuhan Forum KSSP SD dan SMP.

Sementara, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dalam sambutan yang dibacakan Sekda Lotim H. M. Juaini Taofik menerangkan Kurikulum Merdeka merupakan salah satu upaya memudahkan para guru dan murid di masa pandemi. Hal itu terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Disebutnya, Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan. Keberadaan asesmen nasional yang mengurangi kekhawatiran siswa digunakan sebagai refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, dan memudahkan siswa menghadapi tes kelulusan.

Kemerdekaan itu disebut pula dinikmati seniman dan pelaku budaya yang tak henti menggelorakan semangat dengan bangkit dan mulai berkarya. Hal tersebut dinilai berkat kegigihan seluruh insan pendidikan melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia.

Dampaknya, tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi dan terus menggerakkan pemajuan kebudayaan semakin meningkat. Apa yang dirasakan siswa, guru, serta seniman juga dirasakan oleh orang tua, serta sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20. Kepada para penggerak Merdeka Belajar, Menteri mengingatkan tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak, karena masih banyak tantangan ke depan.

Berlatih dengan tekun dan penuh semangat didampingi para guru beberapa hari terakhir, para siswi ini berhasil menarik perhatian peserta upacara dan undangan yang hadir di Halaman Kantor Bupati. Koreografi Tari Kolosal Profil Pelajar Pancasila ini menjadi pengingat sekaligus menguatkan nilai-nilai Pancasila, tidak hanya pada tataran pendidikan melainkan juga di masyarakat luas. (rus)

Tiitle Ads