Kemenperin Dorong Lebih Banyak Produk Lokal NTB ber SNI

0
Produk NTB yang mendapatkan fasilitas SNI. (Suara NTB/bul)

Praya (Suara NTB) – Kementerian Perindustrian RI mendorong lebih banyak produk lokal NTB ber  Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upayanya dengan  menyelenggarakan bimbingan teknis pemahaman SNI kepada 40 orang yang terdiri dari ASN, pelaku usaha lokal baik industri kecil, menengah hingga besar dalam meningkatkan kualitas produk sesuai SNI.

Bimbingan teknis diselenggarakan 11-13 Mei 2022 di Lombok Tengah. Kepala Dinas Perindustrian, Nuryanti SE., ME., didampingi Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri, Lalu Siswadi Handayani, M.Pd menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini di NTB. “Ya harapannya ke depan kegiatan ini menjadi agenda rutin BSPJI di Provinsi NTB dalam rangka meningkatkan dan memajukan industri di Provinsi NTB yg berdaya saing,” Harap Yanti.

Sementara itu, Ir. Enuh Rosdeny M.Eng., selaku Kepala Pusat Perumusan, Penerapan dan Pemberlakuan Standarisasi Industri Kementerian Perindustrian menyampaikan, SNI telah diterapkan di NTB berdasarkan Data dari pelaporan SPPT-SNI pada Bulan April 2022 NTB diantaranya, air mineral 24 SPPT-SNI, Air demineral 3 SPPT-SNI, garam konsumsi beryodium 5 SPPT-SNI, Minyak Goreng Sawit 1 SPPT-SNI, dan plastik tangki air silinder 3 SPPT-SNI.

Sementara itu Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri, Lalu Siswadi Handayani juga menyampaikan yaitu perlunya memanfaatkan atau menggunakan produk lokal. Dengan membeli produk sendiri atau produk lokal, telah memberi kesempatan terhadap masyarakat lokal untuk tumbuh dan berkembang.

Menurutnya, Dinas Perindustrian NTB sebagai tonggak pengembangan produk lokal telah melakukan berbagai upaya atau langkah untuk mendukung dan mengembangkan produk lokal. “Kami di Disperin NTB tetap melakukan pembinaan dan terus mendukung produk lokal melalui berbagai program seperti pemberian bantuan barang, fasilitasi kemasan produk, pemberian pembinaan dan lainnya.” tuturnya

Selain itu untuk lebih mendukung pengembangan produk industri pemerintah NTB telah merancang peratutan mengenai Kawasan Industri Halal (KIH) yang diharapkan sebagai pemusatan kawasan industri untuk memudahkan Perizinan, Rantai Pasok, distribusi hingga pemasaran sehingga perkembangan industri mampu untuk tumbuh dan berkembang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait penerapan standar sebagai acuan dalam menghasilkan produk atau jasa yang berdaya saing. Bimbingan Teknis ini juga di isi dengan materi latihan pembuatan dokumen mutu ISO 9001:2015, sehingga dibagi menjadi 7 kelompok berdasarkan produk dan jasa yang dihasilkan masing-masing perusahaan atau instansi dan didampingi oleh para trainer mumpuni.

Menurut Permen No. 86 tahun 2009,SNI adalah standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh komite teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). SNI disusun dengan maksud untuk membuat pengertian yang sama tentang istilah dan definisi suatu produk pangan, menyeragamkan penamaan atau penyebutan produk pangan serta menyiapkan acuan/pedoman istilah dan definisi dalam rangka standarisasi dan sertifikasi produksi suatu produk pangan.

SNI bersifat sukarela namun dalam hal SNI berkaitan dengan kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat atau pelestarian fungsi lingkungan hidup dan atau pertimbangan ekonomis, instansi teknis dapat memberlakukan secara wajib sebagian atau keseluruhan spesifikasi teknis dan atau parameter dalam SNI. (bul)

Tiitle Ads