Sikapi Sengketa Lahan di Atas Sirkuit MXGP Samota, Pemda Harus Gerak Cepat

0
Lalu Budi Suryata (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Persiapan pelaksanaan event MXGP Samota di Kabupaten Sumbawa terancam terganggu karena ada sengketa hukum yang sedang berproses terkait dengan lahan tampat pembangunan sirkuit MXGP Samota tersebut.

Mengetahui hal itu, para wakil rakyat DPRD Provinsi NTB terutama dari dapil V Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat mengaku sangat prihatin dengan hal tersebut. Pasalnya hal itu dapat mengganggu persiapan dan kesiapan pegelaran ajang MXGP perdana di Samota.

“Kami sayangkan sekali terjadi kasus sangketa terhadap lahan yang akan dijadikan sirkuit MXGP Samota. Karena ini sudah diketahui banyak pihak akan ada event internasional di Samota,” ujar anggota DPRD NTB, Lalu Budi Suryata, Rabu, 12 Mei 2022. Pihaknya berharap sengketa lahan yang sedang berlangsung tersebut diharapkan tidak sampai menganggu jalannya persiapan MXGP Samota. Karena itu ia mendorong pemerintah daerah agar segera menyiapkan hal tersebut.

“Kita minta pemerintah daerah untuk segera menuntaskan persoalan ini. Jangan sampai menganggu persiapan dan kesiapan pelaksanaan MXGP Samota. Bisa dengan memanggil para pihak agar bisa dikomunikasikan,” katanya.

Dengan jalan musyawarah dan komunikasi dengan para pihak, politisi PDIP itu meyakini akan ada jalan keluar terbaik yang tidak mengganggu pelaksanaan event MXGP. Sehingga ia mendorong Pemda untuk bergerak dengan cepat.

“Secepat mungkin Pemda bergerak, karena waktu kita sudah sangat mepet sekali ini, tinggal satu bulan. Saya yakin kalau dikomunikasikan dengan baik akan ada jalar keluar. Karena ekspektasi masyarakat Sumbawa ini sangat besar event ini akan berjalan dengan baik, sehingga pasti mereka akan support ini,” ujarnya.

Upaya komunikasi yang oleh Pemda tentunya tanpa masuk ke ranah sengketa hukum yang sedang berproses. Tapi bagaimana upaya Pemda agar proses sengketa yang sedang berjalan tersebut tidak sampai mengganggu persiapan pelaksanaan MXGP.

“Diselesaikan dikombinasikan secara damai dan kekeluargaan kalaupun ada proses hukum ya silahkan jalan, kita kan tidak bisa intervensi ranah hukum itu. Makanya saran kami lakukan komunikasi sebaik mungkin dengan para pihak ini,” serunya. (ndi)

Tiitle Ads