Lulusan SD dan Setara SMA Dominasi Pengangguran, Diperlukan Inovasi Pembelajaran di Sekolah

0
Mansur (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, di Provinsi NTB, lulusan SD dan setara SMA masih mendominasi pengangguran ini. Pemerhati pendidikan menyarankan perlunya inovasi dalam pembelajaran di sekolah.

Pemerhati pendidikan yang juga Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Mansur pada Kamis, 12 Mei 2022 mengatakan, permasalahan pengangguran yang menurut data BPS didominasi oleh lulusan SD dan SMA sederajat, adalah peringatan bagi institusi pendidikan dan masyarakat.

“Dunia pendidikan harus berbenah, setidaknya guru sebagai garda terdepan harus memahami bahwa kecendrungan untuk lebih fokus pada sisi kognitif saja ternyata tidak berfungsi baik untuk kehidupan para siswa setelah lulus sekolah,” ujar Mansur yang juga dari Serikat Guru Mataram.

Terlebih lagi bagi guru pendidikan dasar menengah, menurut Mansur, memang harus lebih berani untuk berkreasi dan berinovasi dalam pembelajaran di kelas. Tidak boleh lagi ada istilah mengejar target kurikulum. Sebaliknya kelas harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menumbuhkembangkan minat dan motivasi kreatif dalam pola pikir siswa.

“Guru harus mendorong keaktifan berwirausaha dalam pola pembelajaran siswa.Keterampilan berpikir dan daya kreasi siswa harus dibangun sesuai keunikan lingkungan dan potensi wilayah dimana sekolah itu berada,” ujar Mansur.

Diakuinya, belajar seperti itu memang cenderung keluar dari pakem kurikulum dan metode klasikal standar.Namun itu harus diupayakan secara sedikit demi sedikit dan konsisten oleh lebih banyak guru.

“Terlebih saat ini dengan kemungkinan sekolah secara mandiri untuk Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), perubahan paradigma pembelajaran di kelas dapat dilakukan.Jika lebih banyak sekolah, lebih banyak guru melakukan penyiapan keterampilan berpikir dan karakter wirausaha maka kasus pengangguran dapat dikurangi,” jelas Mansur.

Di samping itu, di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), masyarakat juga harus dapat menciptakan iklim lingkungan yang baik dan mendukung proses belajar siswa. Orang tua-orang tua siswa tidak bisa lagi menuntut sisi kognitif yang baik saja, tetapi harus memberi dukungan pada proses berpikir yang relevan dengan tuntutan zaman.

Selain itu, menurut Mansur, tetap perlu ada dorongan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi untuk mengasah keterampilan. “Karena pada pendidikan tinggilah sebenarnya kemampuan teknis dan skill benar-benarakan diajarkan,” ujar Mansur.

Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, di kantornya, Senin, 9 Mei 2022 menerangkan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2022 sebanyak 2,78 juta orang, mengalami peningkatan sebanyak 33,86 ribu orang dibanding Februari 2021. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 1,07 persen poin. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2022 sebesar 3,92 persen, turun 0,05 persen poin dibanding Februari 2021. Jika dibandingkan dengan Februari 2020 mengalami peningkatan 0,88 persen poin.

Dilihat dari tingkat pendidikan, pada Februari 2022, TPT dari tamatan Diploma I/II/III dan Universitas merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 6,12 persen. Sementara TPT yang paling rendah adalah mereka dengan pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yaitu sebesar 2,52 persen.

Dibandingkan Februari 2021, yang mengalami peningkatan TPT adalah tamatan SD ke bawah dan SMA Kejuruan. Peningkatan TPT terbesar adalah pada tamatan SMA Kejuruan yaitu sebesar 1,67 persen poin. Sementara, pada Februari 2020 hampir semua kategori pendidikan mengalami peningkatan TPT kecuali untuk tamatan SMA Kejuruan yang turun sebesar 0,69 persen poin.(ron)

Tiitle Ads