Walikota Segera Rekomendasikan PTM Penuh

0
Sejumlah siswa mengikuti gerakan gurunya saat olahraga di Lapangan Sangkareang, Rabu, 11 Mei 2022. Pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh di sekolah dimungkinkan segera laksanakan. Pihak sekolah harus memastikan penerapan protokol kesehatan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram,H.Mohan Roliskana segera merekomendasikan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh di sekolah. Sebelum pelaksanaan perlu dilakukan evaluasi dan meminta pertimbangan dari berbagai pihak. “Saya belum membicarakan itu dengan Kadisdik. Kita coba mengevaluasi dulu walaupun ada rencana selesai lebaran ini akan diselenggarakan PTM penuh,” kata Mohan ditemui, Rabu, 11 Mei 2022.

Pertimbangan paling ideal diberlakukan PTM penuh di sekolah karena Kota Mataram menjadi satu-satunya daerah di NTB yang masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level I.

Mohan juga tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Ia harus meminta pandangan dari dewan guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan. Pun dimulai PTM penuh lanjutnya, skenario protokol kesehatan harus tetap berjalan. Prokes ini dinilai penting agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19. “Kita akan usahakan segera mungkin. Cuma penting mendengar stakeholder di lingkungan pendidikan, PGRI, dan dewan pendidikan supaya jadi keputusan kolektif,” ulasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali mengaku, rencana pembelajaran tatap muka (PTM) penuh di sekolah masih menunggu rekomendasi atau izin dari Walikota. Semakin melandainya kasus Covid-19, ia meyakini kepala daerah memberikan izin untuk bisa menyelenggarakan PTM penuh. Menurutnya, sekolah sudah siap dari sisi infrastruktur, jadwal, guru, dan lain sebagainya. Akan tetapi menjadi masalah adalah pengaturan kantin saat jam istirahat. Kantin akan dicoba kelola supaya tidak sembarangan. Artinya, perlu dihindari penumpukan saat makan, agar tidak terjadi penyebaran virus corona. “Kita tidak mau ada muncul penyebaran virus corona di sekolah,” ucapnya.

Di samping itu, tong air dan taman – taman di sekolah perlu dibersihkan. Ia meminta kepala sekolah menjadwalkan fogging untuk membunuhkan nyamuk deman berdarah dengue (DBD).

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menambahkan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 25 Tahun 2022 tentang pemberlakuan status PPKM Covid-19. Bahwasanya, Kota Mataram berada pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level I. Hal ini tentu menjadi acuan kepala daerah untuk memberikan izin atau rekomendasi untuk PTM penuh di sekolah. Pertimbangan lainnya adalah, kasus Covid-19 mulai melandai. “Kemungkinan Pak Wali akan memberikan kebijakan PTM penuh,” tambah Nyoman. (cem)

Tiitle Ads