Puluhan Sapi di Loteng Diduga Terjangkit Penyakit Aneh

0
Taufikurrahman PN

Praya (Suara NTB) – Sekitar 63 ekor sapi milik warga di Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng) dilaporkan diduga terserang penyakit aneh. Upaya penanganan pun sudah dilakukan oleh Dinas Pertanian setempat, begitu mendapat laporan pasca lebaran kemarin. Tim dari Balai Besar Veteriner Denpasar, Bali juga sudah turun untuk mengambil sampel. Guna mencari tahu penyakit yang dialami ternak warga tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman PN., yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 10 Mei 2022, mengatakan terapi klinis terhadap ternak yang sakit sudah dilakukan oleh tim dari Dinas Pertanian Loteng bersama warga. Dan, selama penanganan ternak-ternak tersebut sementara ini tidak perkenankan dibawa keluar kandang.

Warga pun disarankan untuk tidak menyembelih ternak yang sakit tersebut. Untuk mengantisipasi meluaskan penyakit tersebut. Termasuk, warga juga diminta untuk tidak melakukan kontak langsung. Karena khawatir virus yang ada diternak tersebut menempel dan bisa menyebar ke ternak lain melalui perantara manusia.

“Ternak ini berada di satu kandang komplek. Total ada sekitar 74 ekor sapi. Namun yang diketahui mengalami sakit ada 63 ekor,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika melihat ciri gejala pada sapi tersebut didugaa ada beberapa penyakit yang menjangkit. Diantaranya, penyakit Septicemia epizootica (SE) atau penyakit ngorok. Termasuk gejala yang mengarah ke penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau penyakit demam yang berlangsung antara tiga sampai lima hari.

Ada juga gejala seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hampir 5 ribu ekor sapi di Jawa Timur (Jatim). Termasuk juga yang ditemukan di Aceh serta Medan. “Tapi untuk memastikan penyakit apa, kita tunggu hasil uji lab Balai Besar Veteriner Denpasar, Bali. Mungkin dua atau tiga hari hasilnya baru bisa diketahui,” terangnya.

Warga pemilik ternak pun diingatkan untuk tidak panik. Pihaknya dalam hal ini akan berupaya maksimal melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada. “Kita sudah turun sejak Sabtu, 7 Mei 2022. Dan, saat ini beberapa ternak yang sudah mendapat penanganan kini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pulih,” sebutnya.

Arman – sapaan akrab Kepala Dinas Pertanian Loteng ini, salah satu dampak penyakit pada ternak tersebut ialah menurunnya napsu makan. Akibatnya, sapi kehilangan tenaga sampai ada yang tidak kuat berdiri karena lemah.

Terpisah, Kepala Desa Kelebuh Nurahim, mengaku kalau pihaknya sebenar sudah mendapat laporan ternak sakit sebelum Idul Fitri kemarin. Namun jumlahnya belum begitu banyak. Penanganan terhadap ternak yang sakit juga masih secara tradisional. Baru akhir pekan kemarin, tim dari Dinas Pertanian Loteng turun melakukan penananganan. Setelah jumlah ternak yang sakit terus bertambah.

“Sementara laporan yang ada baru ternak sakit saja. Belum ada yang sampai mati. Dan, mudah-mudahan tidak ada ternak yang mati karena terserang penyakit ini,” ujarnya. (kir)

Tiitle Ads