Menag Minta Semua CJH Divaksin Lengkap

0
Suasana rapat koordinasi evaluasi penyerapan anggaran Kemenag tahun 2022, Kamis 12 Mei 2022. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) ke Arab Saudi tinggal 21 hari lagi. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta semua persiapan haji dilakukan dengan baik, termasuk vaksinasi lengkap bagi CJH yang akan berangkat.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB Dr. K.H. Zaidi Abdad., mengenai hasil rapat koordinasi dengan Kemenag Pusat, Kamis, 12 Mei 2022.

‘’Pelaksanaan kurang lebih kurang 22 hari. Tanpa kerjasama semuanya, realisasi pelaksanaan haji belum sesuai. Khususnya terkait vaksin. Masih ada calon jemaah haji yang belum vaksin dan vaksinasinya kurang. Padahal jika vaksinasi 1 sampai 2 plus booster sudah dilaksanakan, nanti di Arab Sudi pasti cepat proses cek administrasinya,’’ ujarnya mengutip pesan Menag.
Hal lain yang mesti diperhatikan, ujarnya, adalah masalah keluhan masyarakat terkait pelayanan di Kemenag. Berbagai macam keluhan publik ini, mesti diselesaikan sesuai aturan. Termasuk jika ada berita hoaks atau menyesatkan harus segera diklarifikasi agar tidak semakin membias.

Selain itu, tambahnya, Menag mengingatkan pesan Presiden Ir. H. Joko Widodo mengenai penyerapan anggaran dengan mengutamakan produk – produk dalam negeri. Hal ini bertujuan agar pengusaha dalam negeri, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah bisa merasakan dampak dari pembangunan yang sedang dalam dilaksanakan pemerintah.

‘’Bapak Menteri juga mengingatkan. perlu proaktif mensosialisasikan program-program Kementerian Agama, dan juga mempublikasikan prestasi-prestasi pada publik. Bukan hanya agar publik masyarakat tahu. Dan penting bagi bapak / ibu sekalian, prestasi apa yang telah diraih, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan ketika ada promosi jabatan,’’ terangnya.

Hal yang juga penekanan Menag, lanjutnya, terkait rasionalisasi perjalanan dinas. Perjalanan dinas – perjalanan dinas yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan output dan outcame- nya. ‘’Jika tidak penting dan memberikan efek pada lembaga atau masyarakat perlu direvisi perjalanan dinasnya,’’ tambahnya. (ham)