Chikungunya Serang Puluhan Warga Kota Bima

0
Ahmad. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Sekitar 20 warga 1 RT di Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima dilaporkan diserang penyakit cikungunya. Sebagian penderita telah dirawat di Puskesmas hingga ke Rumah Sakit.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad S.Sos mengatakan puluhan warga yang terjangkit chikungunya di Rt 03. Kata dia, awalnya dilaporkan hanya 7 warga orang saja yang terjangkit. Namum setelah dicek mencapai puluhan orang.

“Iya benar. Awalnya hanya 7 orang, namun setelah turun ke lapangan totalnya ada 20 orang,” katanya, Selasa, 10 Mei 2022.

Lebih lanjut Ia mengaku, pihaknya menyimpulkan puluhan warga terdeteksi chikungunya itu lantaran rata-rata mereka mengalami demam, nyeri pada persendian, hingga kaku pada seluruh badan. “Ini merupakan gejala chikungunya. Penderitanya seperti mengalami kelumpuhan. Saat mereka sudah mendapat tindakan medis,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut dia, virus tersebut belum terdeteksi di wilayah lain. Namun jika melihat sejarah, Kota Bima pernah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus cikungunya, yakni pada tahun 2008-2009 lalu. Saat itu hampir seluruh wilayah di Kota Bima terdapat kasus cikungunya.

“Tahun 2022 ini baru muncul tapi hanya satu RT saja. Dulu tahun 2008 dan 2009 kasus cikungunya ini hampir merata di Kota Bima,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyebab cikungunya karena disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Dengan begitu, pertumbuhan hingga penularannya sangat bergantung pada kebersihan lingkungan. “Khusus di Kelurahan Penaraga jika melihat lingkungannya maka sangat berpotensi berkembangnya penyakit musiman seperti chikungunya,” ujarnya.

Bahkan dalam lingkungan tinggal warga, ada kandang ternak sehingga membuat lingkungan tidak sehat. Untuk itu Ia berharap, chikungunya tidak meluas ke wilayah lain. “Kita harapkan warga menerapkan 3M yakni, Menguras, Menutup dan Mengubur wadah atau apapun yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti,” pungkasnya. (uki)