Awali Kegiatan Warga Sekolah Didorong Kreatif dan Inovatif

0
Suasanan halalbihalal di SMAN 5 Mataram setelah upacara bendera memperingati Hardiknas, Senin, 9 Mei 2022. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  SMAN 5 Mataram (Smala) melaksanakan hari pertama masuk sekolah setelah libur lebaran degan menggelar upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022 dan halalbihalal di lapangan bersama seluruh warga sekolah, Senin, 9 Mei 2022. Warga sekolah juga diminta untuk terus kreatif dan inovatif.

Kepala SMAN 5 Mataram Siti Nurhani pada kesempatan tersebut mengutarakan bahwa momentum Hardiknas 2022 digunakan sebagai momen yang tepat untuk serentak bergerak, wujudkan merdeka belajar. Artinya, semua warga sekolah betul-betul dituntut untuk kreatif dan inovatif.

“Segala pencapaian kita selama beberapa tahun belakangan ini sangat perlu kita benahi, inovasi sehingga mampu memberikan kreasi-kreasi sebagai bentuk dari partisipasi kita mencerdaskan anak-anak kita untuk berprestasi. Sehingga mewujudkan atau menjadikan Smala hebat menjadi sekolah yang prestise sebagai bentuk dari kesuksesan dari praktik Merdeka belajar, dan ini sangat sesuai dengan slogan Smala ‘Partisipasi, Prestasi, dan Prestise’” harapnya.

Nurhani menegaskan bahwa cara mengajar, mendidik, atau belajar tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. Semua guru harus memperbarui kemampuan, cara-cara mendidik harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, perkembangan golobalisasi, perkembangan teknologi, bahkan harus beradaptasi dengan perkembangan siswa.

“Jangan pernah puas dengan pengetahuan yang kita miliki, perkembangan pengetahuan itu sangat dinamis perkembangannya sehingga kita harus atau wajib meng-upgrade pengetahuan kita, ini saya ibaratkan seperti aplikasi yang ada dia Android atau ios di gawai kita, kalau tidak tetap di-update atau upgrade maka akan loading (proses) lama,” jelasnya.

Selain peringatan Hardiknas, kesempatan itu juga disempurnakan dengan melaksanakan halalbihalal dalam rangka merayakan Idul Fitri 1443 H. Nurhani menyampaikan, tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, ada salah kepala sekolah pada guru-guru, salah guru pada siswa, dan juga salah siswa pada guru. Oleh karena itu, ia menyerukan agar semua minta maaf dan memaafkan tidak hanya sebatas lisan dan tulisan.

Setelah acara halalbihalal, para guru, tenaga pendidikan, dan siswa bersalam-salaman. Kemudian diakhiri dengan makan ketupat bersama, dan dilanjutkan dengan proses kegiatan belajar mengajar. (ron)

Tiitle Ads