Lulusan SD dan Setara SMA Masih Mendominasi Pengangguran di NTB

0
Wahyudin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Persoalan pengangguran masih menjadi PR besar, apalagi pengangguran masih didominasi oleh mereka yang sudah mengenyam bangku pendidikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, di Provinsi NTB, lulusan SD dan setara SMA masih mendominasi pengangguran ini.

Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, di kantornya, Senin (9/5) kemarin menerangkan, Jumlah angkatan kerja pada Februari 2022 sebanyak 2,78 juta orang, mengalami peningkatan sebanyak 33,86 ribu orang dibanding Februari 2021. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 1,07 persen poin. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2022 sebesar 3,92 persen, turun 0,05 persen poin disbanding Februari 2021. Jika dibandingkan dengan Februari 2020 mengalami peningkatan 0,88 persen poin.

Penduduk yang bekerja sebanyak 2,67 juta orang, meningkat sebanyak 33,85 ribu orang dari Februari 2021. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Jasa Kesehatan (0,95 persen poin), Perdagangan Besar dan Eceran (0,77 persen poin), dan Konstruksi (0,75 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Jasa Pendidikan (0,92 persen poin), Pertanian (0,59 persen poin), dan Administrasi Pemerintahan (0,54 persen poin).

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebagai indikator yang digunakan untuk mengukur  tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. TPT hasil Sakernas Februari 2022 sebesar 3,92 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar tiga sampai empat orang penganggur.

Pada Februari 2022, TPT mengalami penurunan sebesar 0,05 persen poin dibandingkan Februari  2021, dan mengalami peningkatan sebesar 0,88 persen poin dibandingkan dengan Februari 2020. Pada Februari 2022, TPT laki-laki sebesar 4,70 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 2,77 persen. Dibandingkan Februari 2021, TPT laki-laki menurun sebesar 0,49 persen poin dan TPT perempuan meningkat sebesar 0,41 persen poin. Dibandingkan Februari 2020, TPT laki-laki dan perempuan meningkat masing-masing sebesar 1,32 persen poin dan 0,20 persen poin.

Menurut daerah tempat tinggal, Pada Februari 2022 TPT perkotaan sebesar 4,51 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT di  daerah perdesaan (3,14 persen). Dibandingkan Februari 2021, TPT perkotaan turun sebesar 0,62 persen poin sedangkan TPT perdesaan naik sebesar 0,50 persen poin. Sementara itu, jika dibandingkan Februari 2020, TPT perkotaan dan perdesaan mengalami peningkatan masing masing sebesar 1,67 persen poin dan 0,20 persen poin.

Dilihat dari tingkat pendidikan, pada Februari 2022, TPT dari tamatan Diploma I/II/III dan Universitas merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 6,12 persen. Sementara TPT yang paling rendah adalah mereka dengan pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yaitu sebesar 2,52 persen.

Dibandingkan Februari 2021, yang mengalami peningkatan TPT adalah tamatan SD ke bawah dan SMA Kejuruan. Peningkatan TPT terbesar adalah pada tamatan SMA Kejuruan yaitu sebesar 1,67 persen poin. Sementara, pada Februari 2020 hampir semua kategori pendidikan mengalami peningkatan TPT kecuali untuk tamatan SMA Kejuruan yang turun sebesar 0,69 persen poin.

Terdapat 211,82 ribu orang (5,35 persen penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (32,86 ribu orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (20,86 ribu orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (8,86 ribu orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (149,25 ribu orang). (bul)