Jalan Rusak Parah dan Terdampak Air Pasang, Puluhan KK di Dusun Medang Tak Pernah Disentuh Bantuan

0
Pemukiman warga di Bangko Palut Dusun Medang Desa Sekotong Barat ini tak pernah disentuh bantuan. Kondisi jalannya rusak parah dan warganya sering terdampak air laut pasang. (Suara NTB/her)

Wilayah Bangko Palut Dusun Medang Desa Sekotong Barat Lombok Barat (Lobar) memiliki potensi perikanan dan pariwisata yang sangat besar. Sepanjang pesisir kawasan itu, dihuni oleh kebanyakan nelayan. Di kawasan itu, ada wisata Goa Landak yang cukup ramai pengunjung.

SAYANGNYA, potensi besar ini tak maksimal dimanfaatkan warga masyarakat setempat lantaran kondisi akses jalan rusak parah. Bahkan, puluhan kepala keluarga (KK) di tempat itu berada di bawah ancaman air laut pasang yang kerap kali melanda. Bahkan, mereka juga terkena abrasi pantai.

Wilayah ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan. Berjarak dari jalan utama, sekitar 3-4 kilometer. Jalan yang sempit diperparah dengan kondisi rusak parah menembah kesan kawasan ini masih terisolasi. Sepanjang jalan, dilalui rumah-rumah penduduk. Kemudian melawati pesisir pantai dengan pemandangan yang indah. Di tempat itu, sudah ada dibangun beberapa vila. Kondisi jalan rusak, menyebabkan investor masih berpikir ulang untuk membangun di kawasan itu. Padahal lahan-lahan di kawasan itu, kebanyakan dimilki oleh orang luar (investor).

Sahar, warga setempat menuturkan panjang jalan menuju kawasan itu sekitar 4 kilometer. Jalan itu dibangun lima tahun lalu, namun belum pernah diperbaiki, sehingga kondisinya tak layak. Jalan ini sangat vital karena satu-satunya akses bagi warga ke pasar, sekolah dan puskesmas. Belum lagi bicara potensi yang sangat besar. Di sini, kata dia, ada potensi perikanan, garam kemudian potensi wisata. “Ada Goa Landak, dan dekat dengan Gili Sudak,” ujarnya.

Di samping rusak, akses jalan itu juga  tidak punya penerang, sehingga pada malam hari gelap gulita. Belum lagi bicara akses ke puskesmas. Warga mesti menempuh jarak enam kilometer. Itupun kata dia, kalau ada kendaraan untuk mengangkut ketika ada warga yang sakit. Begitupula akses ke sekolah, warga harus menempuh jarak yang cukup jauh, sekitar 3 kilometer. “Kami di sini ndak pernah ada bantuan dari pemerintah,”aku dia.

Tak hanya mengeluhkan kondisi jalan, warga juga terdampak air laut pasang. Ketika air laut pasang, air masuk hingga ke rumah-rumah warga. Di daerah Bangko palut itu, ada 60 KK, namun yan terdampak air pasang sekitar 30 KK. “kami butuh penanganan dari pemerintah, pasang talud atau penanahan gelombang pasang,” jelasnya.

Kepala Desa Sekotong Barat Saharudin mengakui, kondisi jalan di desanya banyak yang rusak. Selain jalan ke kawasan Goa Landak Medang, ada juga jalan ke Telaga Lupi yang kondisinya jauh lebih parah. “Kalau penanganan dari desa, ndak mampu, kami mengusulkan ke Pemda, namun belum ditangani,”kata dia.

Diakunyai, jalan di Medang masih berstatus jalan desa. Namun ia berharap agar segera dialihkan menjadi jalan kabupaten, supaya cepat ditangani. Mengingat daerah itu memiliki potensi besar, baik sektor pariwisata, perikanan dan sektor lainnya. (her)