Puncak Arus Balik, Sehari, 9.300 Penumpang Melewati Pelabuhan Kayangan

0
Situasi Pelabuhan  Kayangan-Foto Udara kondisi pelabuhan Kayangan, Minggu kemarin.

Selong (Suara NTB) – Minggu, 8 Mei 2022, disebut menjadi puncak arus balik lebaran. Selama 24 jam terakhir, jumlah penumpang dicatat sebanyak 9.300 orang. Jumlah ini merupakan terbanyak selama musim mudik dan balik. Sedangkan kendaraan roda dua sebanyak 2.337 unit, roda empat 565 unit.

Hal ini dikemukakan Manajer Usaha PT Angkutan Sungai dan Pengairan (ASDP) Kayangan, Muhariani Eka Rossy menjawab Suara NTB, kemarin. Dia menjelaskan, arus lalu lintas kapal pengangkut penumpang sampai sekarang ini masih berlangsung.

‘’Iya memang ini paling banyak dibanding hari-hari sebelumnya,’’ paparnya. Melihat intensitas penumpang meningkat drastis, pihak ASDP kemudian memberlakukan penyeberangan ekstra 3 kapal. “Lonjakan arus penumpang luar biasa, sehingga kita lakukan tambahan kapal,’’ terangnya lagi.

Membeludaknya penumpang melewati Pelabuhan Kayangan baik dari Pulau Lombok maupun yang berasal dari Pulau Sumbawa ini membuat petugas pelabuhan kewalahan. Dua tahun libur mudik membuat aktivitas di pelabuhan saat ini seperti sudah tidak ada pandemi.

Suasana pelabuhan diakui Muhariani seperti memperlihatkan situasi sudah kembali normal dari pandemi. Aktivitas warga yang menggunakan jasa pelabuhan berjalan cukup baik dan aman terkendali.

Adapun jumlah kapal yang digunakan 10 unit. Ditambah tiga kapal ekstra menjadi 13 unit sampai minggu kemarin. Jumlah kapal yang beroperasi sehari itu bisa saja kemungkinan ditambah jika terjadi lonjakan lagi.

Estimasinya masih sampai nanti malam (kemarin malam-red) aktivitas mudik dan balik lebaran ini masih berlangsung. Angkutan logistik juga sudah mulai dibuka sejak tanggal 5 Mei 2022 lalu. “Hingga sekarang ini, kendaraan logistik ini juga sudah mulai berdatangan,’’ katanya.

Antrean Kendaraan di Poto Tano

Sementara dari Pelabuhan Poto Tano dilaporkan, puncak arus balik lebaran, Minggu, 8 Mei 2022 mengalami lonjakan penumpang dibandingkan tahun lalu. Bahkan kendaraan yang diberangkatkan dari Pelabuhan Poto Tano mencapai 100 persen untuk roda dua dan roda empat mencapai 90 persen.

‘’Lonjakan kendaraan dari Pulau Sumbawa yang menyeberang ke Pulau Lombok dan Pulau Jawa sudah terjadi sejak beberapa hari lalu dan hari ini puncaknya. Bahkan kenaikannya mencapai 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya,’’ sebut manager Operasional PT ASDP Cabang Poto Tano, Yusuf Efendi kepada Suara NTB, Minggu, 8 Mei 2022.

Padatnya arus lalu lintas, mengakibatkan antrean kendaraan Pelabuhan Poto Tano diperkirakan mencapai satu kilometer.

Bahkan semua kapal yang diberangkatkan dari Poto Tano penuh sesak tidak ada yang longgar dan diprediksi masih akan terus terjadi hingga nanti malam. Karena masih banyak kendaraan yang belum melakukan perjalanan balik dari Pulau Sumbawa ke Lombok. Meski terjadi penumpukan kendaraan yang mencapa satu kilometer, tetapi tetap disiasati dengan merubah jadwal proses bongkar muat kapal. Yakni dari waktu normal 50-40 menit menjadi 30 menit untuk bisa mengurai antrean kendaraan. ‘’Kita sudah siapkan opsi untuk mengurai antrean termasuk memperbanyak loket dan lokasi top up kartu,’’ ujarnya.

Jika dibandingkan denga tahun 2021 lalu, tahun 2022 ini ada kenaikan jumlah penumpang sekitar 100 persen. Kenaikan ini terjadi di golongan tiga (kendaraan umum dan pribadi) dan kendaraan roda dua. Sementara dari segi pelayaran, hingga saat ini masih terpantau aman, lancar dan normal. Pihaknya juga tetap meminta kepada para nakhkoda untuk tetap waspada selama berlayar, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa semakin ditekan.

Di Pelabuhan Lembar Masih Landai

Sementara, memasuki H+7 lebaran, penumpang arus balik di Pelabuhan Lembar masih landai. Sejak beberapa hari terakhir, penumpang yang ingin menyeberang di pelabuhan memang meningkat dibanding sebelumnya.  Namun tak sampai menyebabkan kemacetan di pelabuhan.

Situasi di pelabuhan pada Minggu, 8 Mei 2022 tampak normal saja. Arus penumpang dan kendaraan yang keluar masuk terlihat lancar. Tidak ada penumpukan penumpang dan kendaraan. Sehingga penyebarangan pun masih normal, tidak ada pemberlakuan penambahan trip.

Menurut Menager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Rahim, bahwa sejak beberapa hari terakhir belum ada lonjakan penumpang yang signifikan di Pelabuhan Lembar. ‘’Arus balik masih normal, belum ada peningkatan signifikan. Tapi kalau dibanding tahun 2021, kali ini meningkat. Karena memang tahun lalu tidak ada mudik,’’ kata Rahim.

Lebih lanjut dikatakan, kemungkinan puncak arus balik terjadi pada Minggu malam atau Senin. Pihaknya pun telah menyiapkan langkah-langkah jika terjadi lonjakan. Sementara itu, Kapolsek KP3 Lembar Iptu Irvan Surahman mengatakan, untuk arus balik dari kemarin setelah lebaran sudah mulai ada peningkatan setiap harinya. ‘’Tapi tidak sampai ada antrean,’’ terangnya.

Arus balik didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Sejauh ini lanjut dia, semua rute pelayaran sudah beroperasi, tidak ada yang libur. Hanya ada satu rute berubah sesuai dengan surat edaran Kementerian Perhubungan yang awalnya rute Lembar – Ketapang berubah menjadi Lembar – Jangkar.

Ini berlaku dari tanggal 6-9 Mei 2022. Diketahui, semua rute sudah beroperasi normal diantaranya, Lembar – Padangbai (Bali), Lembar – Perak (Surabaya), Lembar – Tanjung Wangi (Banyuwangi), Lembar – Jangkar (Situbondo) dan Lembar – Waingapu (NTT). (rus/ils/her)