Ngejot, Tradisi Berbagi dan Kokohkan Silaturahmi Jelang Hari Fitri

0
Kegiatan Festival Ngejot Paer Lenek ke-VI (Suara NTB/rus)

NGEJOT merupakan tradisi berbagi dengan memberikan makanan kepada keluarga, tetangga, tokoh adat, tokoh agama, pemimpin desa, dan kerabat lainnya. Tradisi ini sudah turun temurun digelar masyarakat Desa Kenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur.
Acara adat ini oleh masyarakat Lenek dikemas dalam bentuk festival. Tahun 2022/1443 Hijriah atau bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri setiap tahun festival ini kembali digelar. Tahun ini sudah berlangsung kali keenam. Masyarakat Lenek menamakannya Festival Ngejot Pamer Lenek ke VI dan dilaksanakan pada Minggu, 1 Mei 2022.

Tokoh adat Masyarakat Lenek, Lalu Saparudin Aldi mengatakan tujuan Festival Ngejot ini selain memperkuat silaturahmi, Ngejot juga disebut sebagai bentuk bakti anak kepada orang tua. Kegiatan ini menjadi upaya menguatkan etika atau adab anak, lebih-lebih remaja kepada pada orang tua.

Acara festival seperti lima tahun sebelumnya ini berlangsung di Lapangan Umum Wirangbaya Lenek Pesiraman. Sepanjang jalan, masyarakat beriringan membawa berbagai jenis makanan. Makanan yang dibawa dengan dulang selanjutnya akan diberikan kepada keluarga, tokoh adat, tokoh agama, pemimpin desa, dan kerabat lainnya.
Kegiatan Festival Ngejot tahun ini cukup semarak dengan hadirnya Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan sebagai tuan rumah Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sjamsuddin. SH. Terlihat juga anggota DPR RI Suryadi Jaya Purnama.

Seluruh undangan, mulai dari Gubernur, Wabup, Anggota DPR RI, Kepala Desa Tokoh Agama, Kiyai, hingga tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya menuju pepaosan ngejot yang terletak di tengah-tengah lapangan. Selanjutnya Duta Paer Lenek secara simbolis menyerahkan makanan bersamaan dengan pelepasan peserta festival.
Gubernur dalam sambutan singkatnya mengatakan kegiatan itu merupakan tindakan yang mulia. Karena itu ia berharap tradisi itu dapat diselenggarakan di daerah-daerah lainnya. Tradisi berbagi dan silaturahmi kepada orang tua harus tetap dikuatkan sehingga tidak luntur seiring perkembangan zaman. (rus)

Tiitle Ads