Pasca Event MotoGP, Keterisian Hotel di Kuta Masih Tinggi

0
Wisatawan berfoto di depan replika Presiden Jokowi yang ada di depan pintu masuk sirkuit Mandalika. Pasca gelaran MotoGP, angka kunjungan wisatawan di kawasan The Mandalika masih cukup tinggi.

Praya (Suara NTB) – Gelaran event MotoGP di sirkuit internasional Mandalika memang sudah berlalu. Namun dampaknya terhadap perkembangan pariwisata di daerah ini, khususnya dikawasan wisata Kuta, Pujut, Lombok Tengah (Loteng) masih terasa. Salah satunya bisa dilihat dari masih tingginya angka kunjungan wisatawan serta tingkat keterisian hotel disekitar kawasan The Mandalika, yang berada dikisaran 70 sampai 80 persen.

“Alhamdulillah, pasca gelaran MotoGP geliat pariwisata di Loteng, utamanya di kawasan The Mandalika mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan,” aku Ketua Mandalika Hotel Assocation (MHA), Syamsul Bahri, kepada Suara NTB, Rabu, 30 Maret 2022.

Dengan kata lain, gelaran balap motor dunia tersebut telah memberi dampak pada kebangkitan kembali pariwisata di daerah ini. Ditunjukkan dengan cukup tingginya kunjungan wisatawan serta tingkat keterisian hotel. Bahkan, rata-rata long of stay (lama tinggal) wisatawan cukup panjang antara 3 bahkan sampai 6 hari.

“Ini juga dampak dari kebijakan pemerintah pusat terkait syarat perjalanan yang sudah mulai longgar,” sebutnya. Sehingga kebanyakan wisatawan yang datang ialah wisatawan domestik. Sedangkan wisatawan mancanegara bisa dihitung dengan jadi. Dan, rata-rata warna negara asing yang sudah lama tinggal di Indonesia.

Keberadaan sirkuit internasional Mandalika menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk datang berkunjung di daerah ini. Mengingat, banyak wisatawan yang penasaran dengan keberadaan sirkuit internasional Mandalika. Terlebih, banyak wisatawan yang tidak bisa datang untuk menonton langsung gelaran event MotoGP yang baru lalu. Apakah itu karena keterbatasan akomodasi atau karena memang sengaja melakukan perjalanan wisata usai gelaran.

Kedepan, pihaknya berharap pemerintah bisa semakin melonggarkan syarat bagi pelaku perjalanan. Sehingga minat orang untuk berwisata semakin tinggi. Apalagi kalau syarat perjalanan internasional dilonggarkan, tentu akan mengundang wisatawan mancanegara untuk datang ke daerah ini.

“Terus terang banyak wisatawan mancanegara yang mau berwisata. Tapi terkendala syarat masuk ke Indonesia. Sehingga banyak yang memutuskan untuk menunda atau membatalkan rencana wisatawan ke daerah ini,” sebutnya. (kir)