Binda NTB Genjot Vaksinasi Dosis Tiga Jelang Mudik Lebaran

0
Suasana vaksinasi di BTN Bukit Indah Residence, Sumbawa Besar..(suarantb.com/bindantb)

Sumbawa Besar (suarantb.com) -Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggenjot pemberian vaksin COVID-19 kepada masyarakat dalam rangka mendukung kebijakan vaksinasi dosis ketiga sebagai syarat untuk mudik Lebaran 2022.

Kepala Binda (Kabinda) NTB, Wara Winahya di Sumbawa Besar, Rabu (30/03), mengatakan bahwa pihaknya pada hari ini melanjutkan pelaksanaan vaksinasi secara serentak di 10 kabupaten dan kota di NTB. Pada kesempatan kali ini, pihaknya melakukan peninjauan vaksinasi di BTN Bukit Indah Residence Sumbawa Besar didampingi Kapolsek Sumbawa dan Danramil 1607-01/Kota.

Adapun sasaran vaksinasi di 10 Kab/Kota di NTB yakni anak usia 6-11 tahun, masyarakat dan warga kelompok lanjut usia (lansia) dengan alokasi 6.800 dosis vaksin COVID-19.

“Upaya ini mendukung petunjuk Presiden Joko Widodo, bahwa tahun ini sudah bisa mudik atau pulang kampung pada perayaan Idul Fitri 1443 H asalkan pemudik sudah mendapat dosis pertama dan kedua serta dosis penguat vaksin COVID-19,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan hadiah berupa minyak goreng kepada para peserta vaksinasi sebagai strategi dalam percepatan vaksinasi untuk mencapai target kekebalan kelompok di masyarakat.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Binda NTB pada masyarakat yang menghadapi kelangkaan minyak goreng beberapa waktu terakhir,” katanya.

Vaksinasi ini sebetulnya tidak hanya sebagai syarat mudik tetapi juga sebagai salah satu faktor yang bisa membawa Indonesia keluar dari pandemi ini. Jika pandemi ini sudah berhasil dilalui, maka ekonomi masyarakat juga akan bisa kembali normal

Selain itu, Wara juga berharap dengan pemberian vaksin ini dapat mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah NTB sehingga masyarakat bisa aman dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Penerapan prokes 5M diharapkan juga tetap dilakukan oleh masyarakat agar Indonesia bisa mengakhiri masa pandemi ke endemi. (r)