Pemerintah Kutai Kertanegara Tertarik Investasi di Lotim

0
Ketua PHRI Lotim, Busran Ekamayadi saat bersama jajaran pemerintahan dari Kutai Kertanegara bertemu Sekretaris Daerah Lotim, H. M. Juaini Taofik membahas rencana investasi.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur tertarik menanamkan modal atau berinvestasi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Salah satu potensi yang dilirik adalah membangun homestay. Potensi penginapan di Lotim dinilai cukup potensial. Hal ini terlihat saat ajang MotoGP pekan lalu. Lotim termasuk kewalahan menerima tamu-tamu MotoGP.

Hal ini dikemukakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lotim, Busran Ekamayadi. Menurut Eka yang juga anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim ini menuturkan, jajaran pemerintah Kutai Kertanegara sudah bertemu langsung dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. M. Juaini Taofik.

“Ada enam anggota DPRD Kutai sudah ke sini dan setelah ini kita komunikasi. Alhamdulillah tertarik investasi Lotim,” ungkapnya, Rabu, 23 Maret 2022. Sistemnya sedang dalam proses pembicaraan. Salah satu bentuknya, Pemerintah Kutai Kertanegara ini membangun homestay dan bisa bagi hasil dengan pemerintah daerah Lotim sebagai penyedia lahan.

Lotim diketahui merupakan daerah homestay. Belum diketahui berapa nilai dana yang akan digelontorkan. “Tinggal kita bicarakan MoU,” sebutnya. Intinya, selain menginap di Lotim, para tamu-tamu dari daerah-daerah kaya seperti Kutai Kertanegara ini bisa menanamkan modalnya di Lotim.

Saat gelaran MotoGP, dilihat cukup ramai bisnis akomodasi dan berpotensi untuk berinvestasi. Disebutkan, banyak tamu-tamu dari luar ini terpaksa ditolak menginap di Lotim karena tidak ada kamar hotel dan homestay.

Dantara yang ditolak adalah, Kalimantan Selatan tidak bisa dipenuhi 200 kamar. Lainnya, grupnya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ajudan dari Gubernur Ridwan Kamil terpaksa tidak bisa diberikan jawaban bisa menampung. Lainnya, Pemerintah daerah Magetan, Jawa Timur.

Diakui, persoalan standarisasi hotel dan homestay ini memang perlu ditingkatkan. Seperti tempat menginap Gubernur, Bupati atau pimpinan Dewan ini tentunya yang berbintang. Sehingga pilihannya harus membangun fasilitas penginapan berbintang. Investasi homestay dari Kutai Kertanegara pun ke depan bakal dibangun juga harus berstandar hotel berbintang. (rus)