Kemenkominfo Cetak Edisi Terbatas Prangko Sirkuit Mandalika

Mataram (Suara NTB)– Kementerian Komunikasi dan Informatika mencetak terbatas prangko Sirkuit Mandalika, sebagai bentuk dukungan untuk mempromosikan sirkuit yang menjadi tuan rumah MotoGP Maret 2022 yang baru saja usai. Prangko edisi khusus ini dijual hanya di kantor pusat PT. POS Wilayah NTB di Jalan Sriwijaya Mataram.

Prangko adalah label atau carik atau teraan di atas kertas dengan bentuk dan ukuran tertentu, baik bergambar maupun tidak bergambar, yang memuat nama negara penerbit atau tanda gambar yang merupakan ciri khas negara penerbit, dan mempunyai nilai nominal tertentu berupa angka dan/atau huruf.

Prangko identik dengan PT. POS pada zamannya, kegiatan surat menyurat yang dikirim melalui PT. POS sebagai tanda legalitas lembaga pengirimnya. Saat ini, kegiatan surat menyurat sudah bermetamorfose ke digital. Sehingga mengirim surat melalui PT. POS yang identik dengan prangko, sudah dianggap konvensional. Namun masih tetap berlaku di era modern ini.

Eksekutif General Manager PT. Pos Indonesia Wilayah NTB, Saiful Bahri di kantornya, Rabu (23/3) kemarin menyebut, karena momentum MotoGP di Lombok, prangko edisi khusus ini kemudian dicetak oleh Kemenkominfo. Dan dijual oleh kantor POS Mataram. “Momentumnya karena event MotoGP tanggal 18- 20 Maret 2022, belum terbit di Indonesia hanya di sini saja dijual,  dan sangat terbatas jumlahnya,terang Saiful.

Prangko seri khusus MotoGP Mandalika dihajatkan menjadi media kantor pos untuk mempromosikan MotoGP Mandalika. Harapannya, ke depan Mandalika akan semakin dikenal dan menjadi catatan sejarah sebagai penyelenggara event internasional ini. Saiful menyebutkan, jumlah prangko yang dicetak sebanyak 735 keping dan sudah terjual 450 keping per Rabu kemarin. Kemungkinan tidak lagi dicetak. Permintaan prangko seri khusus ini juga cukup tinggi sehingga diyakini akan cepat habis terjual.

Bahkan prangko edisi khusus ini menjadi daya tarik para kolektor tidak hanya dari dalam namun juga dari luar negeri. Namun, pesanan khusus dari luar negeri dilakukan melalui kantor pusat di Jakarta. “Karena adanya hanya di Kantor POS Mataram, dan jumlahnya terbatas di Indonesia, sangat dicari oleh kolektor-kolektor prangko, dan saya sudah mendapat telpon kalau ada juga dari luar negeri yang pesen,” jelasnya.

Dari sisi harga, prangko MotoGP Mandalika dijual dengan harga Rp4.000 perkeping. Pembelian bisa dilakukan dikantor pos Mataram pada jam kerja dan secara online. Karena menjadi buruan kolektor, ke depan harganya diperkirakan sangat mahal. Ditengah keterbatasannya. “Sudah ada kolektor yang memesan via telepon saja, kalau dihitung kan itu ongkos kirimnya lebih mahal dari harga prangkonya, tapi itulah kolektor,” ungkapnya.

Selain prangko Sirkuit Mandalika, Kantor POS Mataram juga memproduksi suvenir seat dan amplop bertema Sirkuit Mandalika. Upaya ini juga sudah dilakukan ketika penyelenggaraan World Superbike pada 2021. “Kalau sebelumnya sama Pak Zul (Gubernur NTB) sudah kita buat amplop dan prangko undangan ke seluruh Gubernur, amplop itu berisi surat yang mengajak para gubernur untuk datang dan menonton WSBK,” demikian Saiful. (bul)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts