Empat Calon Pekerja Rumah Tangga Digagalkan Berangkat ke Timur Tengah

Mataram (Suara NTB)-UPT BP2MI Provinsi NTB menangani kepulangan 4 CPMI nonprosedural yang akan berangkat bekerja sebagai PLRT di Qatar dan Uni Emirat Arab. Keempat CPMI tersebut diamankan oleh BP2MI di daerah Jatinegara Jakarta Timur.

Setelah tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid Lombok, keempat CPMI dibawa ke Kantor UPT Provinsi NTB untuk didata dan diberikan bimbingan.

Kepala UPT BP2MI Provinsi NTB, Abri Danar Prabawa, Selasa (22/3) kemarin menjelaskan, pencegahan ini bentuk perlindungan negara bagi warganya. “Menjadi PMI nonprosedural resikonya tinggi. Banyak PMI nonprosedural yang melarikan diri dari tempat kerja dikarenakan perlakuan tidak manusiawi, tidak mendapatkan gaji hingga 10 tahun, dilarang komunikasi dengan keluarga, dan lain lain,” katanya.

CPMI mengaku bahwa mereka tidak memiliki Dokumen Kontrak Kerja bahkan tidak mengetahui informasi mengenai majikan sehingga beresiko menjadi korban TPPO.
Abri juga menjelaskan,  negara tidak mempersulit warganya untuk bekerja ke luar negeri.
“BP2MI tidak mempersulit keberangkatan CPMI prosedural.” ujar Abri .

Dalam memfasilitasi pemulangan tersebut, UPT BP2MI Provinsi NTB bekerja sama dengan Disnakertrans Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima. Keempat CPMI didampingi kepulangannya hingga daerah asal.
UPT BP2MI Provinsi NTB berharap agar pemerintah daerah memberikan pendampingan dan peningkatan keahlian kepada warganya.
“Dengan memberikan pelatihan kerja, maka CPMI memiliki keahlian dan dapat bekerja ke luar negeri secara prosedur” tambah Abri.

Pencegahan CPMI Nonprosedural yang akan bekerja di sektor domestik ke Timur Tengah merupakan bentuk implementasi kebijakan moratorium yang diberlakukan sejak tahun 2015.
Ini berdasarkan pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah.  Namun demikian, masih banyak peluang kerja lain di kawasan Timur Tengah yang dibuka seperti Lifeguard, Kitchenhand, Plumber, Carpenter, Welder (sumber: jobsinfo.bp2mi.go.id).

“Penerapan kebijakan moratorium ini tentunya tidaklah mudah, oleh karena itu diharapkan adanya kerja sama pemerintah daerah dalam mencari jalan keluar permasalahan ini dengan memanfaatkan peluang kerja lainnya” demikian Abri.(bul)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...