WSBK Berhasil Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

0
Wahyudin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Ekonomi NTB tahun 2021 terhadap tahun 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 2,30 persen (c-to-c). Pertumbuhan ini di antaranya didorong adanya event World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, pada November lalu. Dari sisi produksi, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 8,94 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 67,60 persen. Ekonomi Nusa Tenggara Barat triwulan IV-2021 dibandingkan dengan keadaan pada triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,16 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,14 persen.

Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,72 persen. Ekonomi NTB triwulan IV-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 0,53 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 37,91 persen.

Wahyudin menambahkan, pada triwulan IV tahun 2021 ada hal menarik, yaitu pertumbuhan sektor-sektor pendukung saat pelaksanaan WSBK di Sirkuit Mandalika. “WSBK juga mempengaruhi perkembangan transportasi dan pergudangan, tumbuh 8,11 persen karena naiknya penunpangan transportasi udara dibandingkan triwulan IV tahun 2020,” ujarnya.

Sementara dampak WSBK jika dibandingkan dengan triwulan III tahun 2021, kategori transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan 18,85 persen. “Itu juga mengaami pertumbuhan yang luar biasa tingginya. Akibat dari WSBK atau event internasional di NTB. Jumlah penumpang yang berangkat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan triwulan III,” terangnya.

Kategori lain, akibat adanya even internasional ini, penyediaan akomodasi dan makan minum, tumbuh 7,20 persen. Karena sektor pariwisata yang mengakibatkan peningkatan pada TPK (tingkat penghunian kamar hotel), serta pengunjung restoran. “Ini juga naiknya luar biasa,” jelas Wahyudin.

Secara umum, Ekonomi NTB tanpa memasukkan kategori tambang pada triwulan IV-2021 mengalami kontraksi (tumbuh negative) 2,57 persen (q-to-q), tumbuh 4,09 persen (y-on-y), dan tumbuh 2,85 persen (c-to-c). (bul)