Prokes Jangan Kendor, Covid-19 di NTB Mulai Naik, Sebagian Penderita Siswa Sekolah

0
Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ris)

Mataram (Suara NTB) – Kasus harian Covid-19 di Provinsi NTB mulai terjadi kenaikan. Selama beberapa bulan terakhir, kasus Covid sangat landai. Namun di akhir Januari dan awal Februari ini kasusnya mulai terlihat meningkat. Per 1 Februari 2022, penambahan kasus Covid-19 sebanyak 36 kasus. Padahal sebelumnya, kasusnya rata-rata satu sampai dua kasus.

‘’Seminggu terakhir, angka kasus baru mulai naik dibandingkan sebelumnya. Memang banyak faktor, yang pertama dari pelaku perjalanan. Ini mirip seperti awal Covid-19 dulu, kedatangan keluarga dari luar daerah akhirnya ketularan satu keluarga,’’ kata Asisten III Setda NTB dr. Nurhandini Eka Dewi kepada Suara NTB  Rabu, 2 Februari 2022 kemarin.

Yang dikhawatirkan dari kenaikan angka Covid-19 ini adalah siswa sekolah. Anak-anak yang terpapar Covid-19 bukan dari lingkungan sekolah, namun rata-rata dari keluarganya. Para penderita yang terpapar saat ini belum bisa disebat sebagai varian Omicron meskipun gelombang Covid-19 saat ini banyak dipengaruhi oleh varian ini. Sebab sequencing gen dari sampel Covid harus menunggu pemeriksaan di laboratorium Jakarta.

Untuk anak-anak sekolah yang sudah terpapar Covid-19, pelaksanaan proses belajar harus mengacu pada SKB Empat Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Dimana, jika dalam satu kelas terdapat satu siswa positif Covid-19, maka satu kelas harus belajar online. Namun jika di dalam satu sekolah itu terdapat lebih dari lima siswa yang positif, maka sekolah tersebut harus tutup sementara selama 14 hari.

‘’Kalau di NTB baru terdapat satu-satu atau satu sekolah, satu siswa yang positif. Belum sampai klaster. Kasus di NTB ada siswa SD, ada SMP juga ada SMA. Meskipun satu-satu, namun kita harus waspada,” kata Eka.

Melihat sudah ada siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka harus dilakukan evaluasi sekolah-sekolah. Meskipun benar bahwa sumber penularan tidak di lingkungan sekolah, namun bagaimana agar kasus ini tak menular ke orang lain di lingkungan pendidikan.

Pihaknya saat ini terus melakukan tracing atau penelusuran kontak para penderita untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Untungnya, banyak keluarga penderita Covid-19 yang secara aktif melakukan tracing mandiri. Artinya kesadaran masyarakat terhadap pandemi ini sudah cukup tinggi.

Dengan kembali naiknya grafik penderita Covid-19 di NTB, Eka kembali mengimbau masyarakat agar menguatkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dengan disiplin pakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Namun yang jaga jarak ini masih agak susah kita kasi tahu,’’ terangnya. (ris)

Kutipan: ‘’Seminggu terakhir, angka kasus baru mulai naik dibandingkan sebelumnya. Memang banyak faktor, yang pertama dari pelaku perjalanan. Ini mirip seperti awal Covid-19 dulu