Akibat Perpres 104, DD Semua Desa di Lobar Belum Cair

0
Hasbi (Suara NTB/ist), Hery Ramadhan (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Semua desa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) belum bisa mencairkan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Desa-desa sedang menyiapkan syarat-syarat yang diperlukan untuk pencairan tersebut, seperti APBDes dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Ketua Forum Kepala Desa Kuripan Hasbi mengatakan rata-rata desa saat ini sedang menyiapkan persyaratan pencairan DD dan ADD.  Di Desa Kuripan, ujarnya, sudah selesai penetapan APBDes. Menurutnya, APBDes disesuaikan dengan Perpres 104, sehingga penetapan agak sedikit molor. “APBDes sudah kami tetapkan, itu disesuaikan dengan perpres dulu, itu makanya sedikit telat,” ujarnya, Jumat, 28 Januari 2022.

Pihaknya saat ini sedang menjilid syarat-syarat yang dibutuhkan untuk pencairan tersebut. Rencananya, Senin pekan depan diajukan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Syarat lain yang sudah diselesaikan adalah LPJ DD tahun 2021. Untuk alokasi DD maupun ADD tahun 2022 ini, pihaknya memperoleh anggaran Rp1,6 miliar lebih. Pengalokasiannya disesuaikan dengan perpres, yakni 40 persen untuk BLT DD, 20 persen untuk ketahanan pangan dan penanganan Covid-19 sebesar 8 persen.

Sedangkan sisanya 32 persen atau sekitar Rp300 juta diarahkan untuk program desa. “Tapi untuk 8 persen itu, kalau 3 bulan tak terserap bisa dieksekusi sebagian, mungkin 50 persen dialihkan untuk program lain,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Lobar Hery Ramadhan mengatakan sejauh ini belum ada satupun yang mencairkan DD maupun ADD. “Menunggu penetapan APBDes, siapa yang sudah selesai itu kami ajukan (pencairan),” katanya.

Penetapan APBDes ini perlu menyesuaikan regulasi 104 yang keluar di penghujung tahun. “Berubah lagi perencanaan, penganggaran dari awal lagi. Kalau ndak ada Perpres 104, sudah dilakukan penetapan APBDes ini,” kata dia.

Pihaknya menargetkan pencairan DD bisa awal Februari dan akan memprioritaskan pencairan ADD. Sejauh ini sudah ada beberapa desa yang berproses.  (her)

Tiitle Ads