Satukan Persepsi Sukseskan MotoGP dan Kerja Sama

0
Kapolda NTB, Djoko Poerwanto saat memberikan paparan awal bahan rapat koordinasi penyelenggaraan Tes Pramusim dan MotoGP Mandalika di Hotel Lombok Astoria, Rabu, 26 Januari 2022.(Suara NTB/jun)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB bersama jajaran Forkopimda lingkup Pemprov NTB menggelar rapat koordinasi di Hotel Lombok Astoria, Rabu, 26 Januari 2022. Rapat koordinasi tersebut membahas terkait kesiapan penyelenggaraan Tes Pramusim dan Race MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022.

Kapolda NTB, Irjen Pol. Djoko Poerwanto dalam paparan awal bahan rapat koordinasi menyampaikan, terdapat dua hal penting yang perlu adanya kesamaan persepsi semua pihak. Dua hal itu yakni suksenya pelaksanaan MotoGP dan kerjasama lintas sektor. “Jadi ada hal yang perlu kita samakan persepsi, yakni suksenya MotoGP dan kerjasama kita semua,” ungkap Djoko.

Dalam membangun kerjasama untuk mensukseskan event internasional ini, lanjut Djoko, setidaknya ada tiga hal yang perlu dijaga dengan baik, yaitu komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang seimbang. Pengalaman dalam pelaksanaan IATC dan World Superbike (WSBK) pada November 2021, menurutnya harus menjadi pembelajaran untuk memberikan yang terbaik dalam gelaran Tes Pramusim dan MotoGP 2022.

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan, setidaknya ada 17 persoalan yang muncul dan perlu kerjasama semua pihak untuk mengatasinya. Seperti halnya timeline atau susunan kegiatan serta tugas masing-masing pihak. Kemudian soal tiket masuk dan sistem penukarannya. “Itu simpel tapi perlu pemikiran bersama,” tegasnya.

Tak kalah penting menjadi sorotannya pihaknya yakni masalah lahan di area Sirkuit Mandalika. Polda NTB dan Forkopimda harus turun membantu semua pihak agar masalah ini tuntas, sehingga tidak menjadi potensi kerawanan saat event MotoGP Mandalika berlangsung. Pun demikian halnya persoalan-persoalan lain yang menuntut penanganan ekstra cepat.

Sementara itu, Sekda NTB yang diwakili Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir. H. Ridwansyah mengatakan, setelah mendengar paparan dari sejumlah pihak terkait kesiapan pelaksanaan MotoGP, Pemprov NTB akan segera menerbitkan SK Panitia Daerah untuk pelaksanaan MotoGP. Harapannya, setiap persoalan yang muncul nantinya bisa cepat diatasi. “Isnya Allah dalam satu dua hari ini akan (terbit), isinya adalah kita-kita ini semua,” jelasnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk komadan lapangan event MotoGP Mandalika, yang mana terdapat beberapa poin krusial yang harus diperhatikan. Pertama, soal akomodasi seperti kesiapan hotel untuk menyambut tamu yang diperkirakan sekitar 65.000-10.000 orang. Dan ini harus juga diimbangi dengan kesiapan moda transportasi pendukung.

Kedua, yaitu rekayasa lalu lintas. Jika dalam pemetaan awal hanya untuk 65.000 penoton perlu langkah antisipasi ketika membeludak sampai 100.000 atau lebih.

“Terakhir, saya melihat ada 3.000an petugas. Ini akan bekerja beberapa hari dan full di lapangan. Nah ini bagaimana kita menyiapkan properti untuk para petugas, kamar mandinya di mana, ruang gantinya di mana supaya tidak perlu pulang. Ini perlu disiapkan, perlu kita diskusikan,” pungaksnya. (jun)