PLTB di Sekaroh Tunggu Restu PLN

0
Mohammad Rum. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Rencana investasi besar pembangunan listrik tenaga bayu (PLTB) oleh PT UPC Renewable di dalam kawasan hutan lindung Sekaroh menunggu restu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Investor sendiri sudah siap membangun Pembangkit listrik tenaga angin kapasitas 115 mega watt (mw) itu.

Hal ini diterangkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Mohammad Rum. Menjawab media di Selong, Selasa, 25 Januari 2022, dia menjelaskan bisa saja investor PLTB ini membangun akan tetapi harus dipastikan dulu pembelinya. “Bisa saja membangun sekarang, tapi yang beli siapa,” ucapnya.

Tenaga yang dihasilkan pasti akan digunakan PLN. Terkecuali, sambung Muhammad Rum ada kerjasama dengan PT Eco Solution Lombok (ESL). PT UPC ini bisa menjalin kerjasama dengan ESL secara bisnis to bisnis. “Kan bisa b to b dengan ESL, tanpa harus ke PLN,” sebutnya. Kadis DPMPTSP NTB ini berkeyakinan, PLTB terbesar di Lombok itu akan terbangun. Pasalnya, pembangkit listrik tenaga batu bara akan hilang.

Pastinya, energi baru terbarukan yang bakal muncul sebagai solusi keberpihakan terhadap lingkungan. Dimana selain tenaga angina, sudah mulai dikembangkan tenaga matahari dan tenaga air. Sebelumnya, Senior Developer PT. UPC Renewables Indonesia, Niko Pryambada pernah menjelaskan UPC mulai aktif mengembangkan proyek-proyek Energi Terbarukan di Indonesia pada tahun 2011, terutama proyek PLTB dan PLTS.

Termasuk proyek PLTB di dalam kawasan hutan Lindung Sekaroh Jenis PLTB yang direncanakan dibangun pada tahun 2024 akan dilengkapi dengan sistem baterai dengan kapasitas 115 MW dan Baterai Setting System (BSS) 65 MW atau 30 MWh. Potensi sumber daya yang dimiliki dengan kecepatan angin 5,83 m/detik di 100 m.

Proyek PLTB dengan dengan BSS sekala besar itu  pertama di Indonesia. Hal ini menjadi catatan sejarah baru ada PLTB terbesar akan dibangun di Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim). (rus)