DLH Dompu Baru Mampu Kelola 35 Persen Sampah Setahun

0
Asisten 1 Setda Dompu, H Burhan, didampingi Ketua DPRD Dompu, Andi Bachtiar, menyerahkan drop box iot Mountrash hasil kerja sama Dinas LH Kabupaten Dompu dengan Mountrash Avatar Indonesia di kantor Dinas LH Dompu, Selasa, 25 Januari 2022 kepada perwakilan sekolah.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Produksi sampah penduduk Kabupaten Dompu dalam sehari diperkirakan sekitar 375,35 M3 dari 247.732 orang warga Dompu. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu dengan fasilitas yang ada baru bisa mengangkut sampah 130 M3 atau sekitar 35 persen. Kemitraan dengan bank sampah diharapkan mampu mengurangi sampah ke TPA hingga 30 persen.

Hal itu disampaikan kepala Dinas LH Kabupaten Dompu, Jufri, ST, MSI pada acara lounching bank sampah digital dan penyerahan drop box iot Mountrash hasil kerja sama Dinas LH Kabupaten Dompu dengan Mountrash Avatar Indonesia di kantor Dinas LH Dompu, Selasa, 25 Januari 2022.

Jufri mengatakan, saat ini pihaknya baru memiliki sarana dan pra sarana 11 dump truck kapasitas 8 M3, 3 unit amrol dengan kapasitas 6 M3, dan 9 unit kontener sampah. Sementara perkiraan jumlah produksi sampah oleh 247.732 orang penduduk Dompu sekitar 375,35 M3 per hari atau 137.003,3 M3 per tahun. “Sehingga sampah yang bisa terangkut dalam satu harinya hanya 130 M3 per hari atau setara dengan 35 persen,” kata Jufri.

Saat ini, lanjut Jufri, pihaknya bekerja sama dengan Mountrash Avatar Indonesia untuk mendorong terbentuknya bank sampah di sekolah – sekolah dan bank sampah Desa/Kelurahan sebagai bentuk inovasi untuk menghindari sampah tersebut 100 persen masuk ke TPA. Dari bank sampah mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari rumah dan di area publik. Hasil pemilahan itu diharapkan dapat dikelola Bank sampah menjadi barang bernilai ekonomi hingga 30 persen.

Jufri juga mengaku, pihaknya memilih sekolah untuk mendirikan bank sampah agar ada proses edukasi sedini mungkin tentang sampah pada generasi. Sehingga menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. “Menggugah kesadaran anak – anak (sekolah) ini,” katanya.

Sementara Bupati Dompu, Kader Jaelani yang diwakili oleh Asisten 1 Setda Dompu menyampaikan, upaya mengurangi sampah sejauh ini masih cukup minim di tengah masyarakat. Sehingga harus terus digalakkan agar menjadi tanggungjawab bersama antara warga dan pemerintah. Kerja sama Dinas LH Dompu dengan Mountrash Avatar Indonesia menjadi upaya yang mulia dalam penanganan persampahan melalui pendekatan nilai pendidikan kepada siswa di sekolah. “Sehingga sampah dapat bernilai ekonomis bagi semua pihak yang terlibat,” katanya.

Ketua DPRD Dompu, Andi Bachtiar, A.Md.Par pada kesempatan yang sama menyampaikan, saat bekerja di Amerika dirinya selalu menyaksikan perilaku disiplin dalam pengelolaan sampah. Masyarakatnya disiplin buang sampah pada tempatnya dan fasilitas tempat pembuangan sampah selalu tersedia di setiap pojok. Ketika pengendara membuang sampah sembarangan di jalan, tidak berselang lama akan ada petugas yang mengejar dan menangkapnya untuk diproses.

Sementara di Dompu, lanjutnya, dirinya belum melihat ada proses yang tegas terhadap mereka yang menyimpan pasir atau batu di pinggir jalan. Padahal posisi material itu terindikasi menyebabkan kecelakaan terjadi. “Ini mungkin bisa menjadi perhatian, apakah oleh Dinas LH atau Pol PP,” katanya. (ula)

Tiitle Ads