Varian Baru Omicron Ditemukan di Mataram, Lobar Naikkan Target Testing Antigen dan PCR

0
Vaksinasi booster terus digenjot untuk mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru Omicron. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Covid-19 varian baru Omicron ditemukan di Mataram dan Sumbawa. Lombok Barat (Lobar) yang berbatasan langsung dengan Kota Mataram pun meningkatkan kewaspadaan. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), Lobar harus melakukan testing atau test antigen dan PCR minimal 110 orang per hari. Disamping terus meningkatkan kegiatan 3T (Tracing, Testing and Treatment).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KLDinas Kesehatan (DikesLobar  dr. H. Ahmad Taufiq Fathoni, menjelaskan, karena sudah ditemukan di Mataram, maka artinya transmisi lokal itu terjadi, sehingga perlu diwaspadai oleh semua pihak.

Diakuinya, tren kasus Covid-19 di Lobar akhir-akhir ini mengalami kenaikan, dari sebelumnya. Untuk mencegah kasus covid-19 ini, pihak Pemda Lobar pun menggenjot vaksinasi baik dosis 1,2 dan 3 atau booster. Sejauh ini dosis 1 mencapai 90 persen lebih, akan tetapi stok vaksin mulai menipis. “Kita di Lobar sudah mulai muncul lagi kasus Covid-19 ini, Januari ini saja ada lima kasus baru,”jelas dia. Vaksinasi dosis 3 terus digenjot untuk mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru tersebut. Sehingga meskipun tidak ditarget untuk vaksinasi dosis ke-tiga, namun akan dilakukan sebanyak-banyaknya.

Sejauh ini, vaksin dosis ketiga baru mencapai angka 200 lebih. Kenapa belum gencar vaksinasi booster, karena pihaknya meningkatkan vaksinasi anak dan dosis dua. Vaksinasi booster akan didorong melalui posyandu, karena lebih leluasa dilakukan.

Lebih jauh dikatakan, progres vaksinasi di Lobar untuk dosis 1 bagi dewasa mencapai 90,67 persen, dosis 2, mencapai 66,32 persen. Sedangkan untuk anak dosis 1 mencapai 83,9 persen atau 66.154 anak. Sedangkan dosis 2 masih kecil mencapai 4,94 persen atau 3.893 anak, karena vaksinasi anak ini baru dimulai.

Mengacu target vaksinasi, ujarnya, dinaikkan di masing-masing kelompok. Seperti dosis 1 dewasa dinaikkan dari 70 persen menjadi 80 persen. Capaiannya sudah 90 persen lebih. Dosis 2 dinaikkan dari 60 persen menjadi 70 persen. “Capaiannya belum mencapai target 70 persen. Mudahan-mudahan satu sampai dua minggu ke depan bisa di angka 70 persen,” ujarnya. (her)