Tangkap Peluang MotoGP, Desa Giri Sasak Siapkan Fasilitas Vila hingga Kolam Renang di Bukit Leddu

0
Kades Giri Sasak Hamdani berswafoto di lokasi wisata Bukit Leddu di desa setempat. Lokasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. (Ekbis NTB/ist)

Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sejak beberapa tahun terakhir fokus mengembangkan wisata Bukit Leddu. Sejumlah fasilitas pun sudah disiapkan di lokasi wisata ini, berupa vila-vila sebagai tempat menginap hingga kolam renang bagi pengunjung. Selain itu, sejumlah titik swafoto juga disiapkan. Bahkan, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam Sembalun di lokasi wisata ini dengan panorama hamparan sawah dan pegunungan.

Kepala Desa Giri Sasak Hamdani ditemui di lokasi wisata tersebut, akhir pekan kemarin mengatakan kalau pihaknya menyiapkan lokasi wisata seluas 1 hektar lebih tersebut sejak empat tahun lalu. Mulai tahun 2018 hingga 2021. “Alhamdulillah sekarang sudah tersedia fasilitas penginapan, enam kamar vila. Kolam renang dan spot selfi,” sebut Hamdani.

Fasilitas penginapan yang disiapkan itupun bervariasi, ada kamar  dengan standar menggunakan AC dan kipas angin. Harga per kamar bervariasi.

Bagi tamu yang menginap, jelas dia gratis mandi di kolam renang. Semenjak mulai dibuka tanggal 2 Januari lalu, banyak sekali pengunjung dari luar daerah yang sudah menginap di vila tersebut. Ada juga yang melakukan pertemuan di sana. “Akhir pekan banyak tamu menginap,” ujarnya.

Di akhir pekan, pengunjung membludak datang berwisata. Mereka mandi dan sekedar berswafoto di wahana yang disiapkan. Sementara saat ini, pengunjung hanya ditarik biaya parkir saja.

Pihaknya berupaya menambah fasilitas yang ada di lokasi wisata itu untuk menambah daya tarik pengunjung. Selain itu, yang perlu dipersiapkan di tempat itu adalah kuliner. “Kita akan siapkan tempat kulinernya,” imbuhnya.

Pengembangan wisata desa ini lanjut dia, untuk menangkap peluang MotoGP. Terutama dalam hal penyiapan akomodasi penginapan. Karena kondisi NTB saat ini kekurangan kamar bagi tamu MotoGP. “Kami siapkan ini untuk tamu MotoGP juga,” imbuh dia.

Menurutnya, semenjak dibuka lokasi wisata itu, mampu menyerap 10 tenaga kerja. Belum lagi warga yang bekerja membangun beberapa fasilitas di lokasi wisata itu. Pihaknya mempekerjakan warga lokal setempat. Hanya beberapa orang luar yang dipekerjakan di sana.

Bagi pengunjung lokasi wisata itu sangat menarik. Terutama sekali, tempat swafoto di lokasi wisata itu menjadi daya tarik tersendiri. Karena pemandangan mengarah ke pegunungan, dan hamparan persawahan warga yang tampak hijau. “Seolah pemandangannya berada di Sembalun,” sebut salah seorang pengunjung. (her)