NTB Jadi Incaran Bandar Narkoba

0
I Made Ardana. (Suara NTB/jun)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB termasuk salah satu daerah yang menjadi incaran para bandar narkoba. Pasalnya, tingkat permintaan dan harga penjualan di wilayah ini cukup tinggi. Dalam satu gram sabu sanggup dibeli pengguna meski harganya berkisar Rp1,8-Rp2 juta.

“Peredaran narkoba di sini (NTB) memang sangat menggiurkan. Karena harga pasar cukup tinggi, hampir Rp2 juta per gram,” ungkap Kabid Pemberantasan BNNP NTB, Kombes Pol. Drs. I Made Ardana di kantornya, Senin, 17 Januari 2022. Kondisi ini, lanjut Made Ardana, menjadi pemantik jaringan narkoba luar daerah untuk memasok barang haram tersebut ke NTB. Apakah menggunakan jalur darat, udara atau lewat jasa pengiriman.

Kalau melihat di Medan, harga penjualan sabu di sana hanya Rp750 ribu/gram. Dengan modal yang terbilang kecil, jaringan pemasok bisa meraup untung besar ketika berhasil menjangkau pasar di NTB. “Beli di Medan Rp750 ribu jual di sini Rp2 juta, hanya bawa saja berapa untungnya, siapa yang tidak tergiur,” ujar Ardana.

Menurut dia, meski permintaan akan narkoba di NTB cukup tinggi, namun barangnya sangat sulit diperoleh. Hal itu mengingat masifnya upaya penindakan yang dilakukan oleh BNNP NTB bersama stakeholder terkait. Kondisi tersebut tak heran membuat modus para bandar berikut jaringan pemasok kian berkembang, tetapi tidak sedikit berhasil terungkap.

“Kalau ada kasus proses. Sikat sampai ke bandar-bandarnya, bahkan kalau bisa dimiskinkan. Makanya di BNN ini ndak ada kasus narkoba yang kita mainkan,” tegasnya. Disingung data hasil penindakan sepanjang tahun 2021, I Made Ardana menyebutkan ada delapan kasus dengan 20 orang tersangka. Jumlah itu melampaui target yang sudah ditetapkan, yakni 10 berkas perkara.

Sementara untuk jaringan pemasok kebanyakan dari luar daerah seperti Medan, Pekan Baru dan Palembang. “Ada juga jaringan baru yang sedang kita lakukan penyelidikan sekarang. Mudah-mudahan tahun 2022 ini terungkap,” harap Ardana.

Dari 20 orang tersangka itu, baik yang berstatus sebagai pengguna, kurir dan bandar, BNNP NTB telah menyita barang bukti sabu seberat 23,73 gram (2 Kg lebih), sedangkan ganja hanya 343 gram. “Tahun 2020 baru kita ganjanya banyak, hampir 6 Kg,” pungkasnya. (jun)