Tersendat, Penyaluran Pupuk Bersubsidi dari Produsen

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Penyaluran pupuk dari produsen, PT. PUSRI tersendat. Hingga membuat distribusi pupuk ke petani menjadi terhambat.

Sebagaimana disampaikan salah satu distributor pupuk Sumbawa, H. Salman Alfaridzi, Jumat, 14 Januari 2022. Majunya musim tanam dari Januari 2022 ke Desember 2021 membuat peta kebutuhan pupuk pun berubah. Begitu pula nanti di bulan Februari. Sementara stok pupuk yang tersedia di gudang distributor saat ini hanya 1.100 ton. “Sebentar lagi masuk sekitar 4000 ton. Kapalnya masih muat di Palembang. Jadi, kemungkinan pupuk yang tersedia hanya sekitar 5.100 ton,”sebutnya.

Sedangkan kuota pupuk bersubsidi untuk Sumbawa di Januari ini 10.000 ton. Jadi kekurangannya masih sekitar 4 900 ton. “Pihak produsen berjanji akan memenuhi kekurangan itu di bulan ini juga,” terang Salman.

Salman yang juga anggota DPRD Sumbawa berharap pihak produsen bisa memenuhi kuota untuk bulan Januari. Jangan sampai telat, karena dengan kuota yang ada pun pupuk masih kurang.

Sebelumnya, Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah bersama Sekda Sumbawa dan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kabupaten Sumbawa telah melaksanakan Rapat Terbatas terkait Kelangkaan Pupuk di masyarakat, Senin lalu. Sekda, Drs. H. Hasan Basri, MM, menyampaikan memasuki musim tanam, masyarakat biasanya sudah mulai menanam padi dan jagung di akhir bulan Desember maupun awal bulan Januari. Namun untuk tahun ini, masyarakat sudah mulai menanam jagung pada bulan November dan awal bulan Desember, sehingga kebutuhan pupuk menjadi semakin banyak.

Menurut Sekda, seperti pengalaman tahun lalu, jumlah kebutuhan pupuk dalam e-RDKK 95 ribu ton tetapi yang tersedia hanya 14 ribu ton. “Lain ceritanya ketika ketersediaannya banyak, tetapi distribusinya yang kurang baik, mungkin kita bisa melakukan pengawasan agar distribusi menjadi lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kab. Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmayani, M.Si, menyampaikan, pupuk bersubsidi mulai bisa teralokasi pada Januari tahun ini.  Adapun pengalokasiannya dengan melihat kebutuhan pupuk bersubsidi di tingkat petani berdasarkan e-RDKK yang disusun bersama penyuluh pertanian. “Yang mana e-RDKK tahun 2022 untuk pupuk urea dengan permintaan sebesar 62.226,67 ton, SP36 sebesar 618,48 ton, ZA sebesar 898,85 ton, NPK sebesar 71.390,61 ton pupuk organik sebesar 106.427,14 ton dan pupuk organik cair sebesar 398.941 ton,” ujarnya.

Adapun pengalokasian atau kuota yang diterima dari Provinsi, ungkapnya, untuk pupuk Urea dari kebutuhan 62.226,67 ton, Kabupaten Sumbawa mendapat alokasi sebesar 44.228 ton atau 71,08 persen. Kemudian SP36 sebesar 435 ton dari kebutuhan sebesar 618,48 ton atau 70,33 persen. Pupuk ZA sebesar 688 ton dari kebutuhan sebesar 898,85 ton atau 76,54 persen.

Sementara itu, NPK dari kebutuhan petani sebesar 71.390,61 ton,  pengalokasian untuk MT pertama  sebesar 10.731 ton atau 15,03 persen. Kemudian pupuk organik dengan kebutuhan 106.427,14 ton terealisasi untuk MT pertama sebesar 4.124 ton atau 3,87 persen dan pupuk organik cair dari kebutuhan 398.391 terealisasi sebesar 3.282 ton atau 0,82 persen.

Meningkatnya kebutuhan pupuk disebabkan musim tanam yang maju diakibatkan musim penghujan lebih awal. Dimana pada awal, pertengahan bahkan akhir November curah hujan di beberapa wilayah yang cukup lebat, sehingga petani sudah mulai melakukan penanaman.

“Sehingga pada saat itu di mana-mana kita mendengar bahwa pupuk itu sangat langka dan kurang. Hal ini disebabkan karena memang ketersediaan pupuk itu adanya per satu Januari 2022. Namun karena majunya musim tanam, sehingga peluang petani untuk melakukan pemupukan itu sangat tipis sekali ketersediaannya di tingkat pengecer,” imbuhnya.

Lebih lanjut, disampaikan Dinas Pertanian telah melaksanakan rapat dengan mengundang beberapa distributor dan produsen pupuk. Pada rapat tersebut Dinas Pertanian mepertegas kepada distributor pupuk dan pengecer agar segera melakukan penebusan pupuk. Sehingga dapat segera disalurkan kepada petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK sesuai dengan alokasi pupuk yang tersedia.

Selain itu, harga pupuk yang disalurkan kepada petani di lini IV atau gudang pengecer harus sesuai dengan HET saat ini, yaitu urea dengan harga 112.500/sak dan NPK 115.000/sak. Kemudian, kepada distributor dan pengecer juga diharapkan agar dalam melakukan penyaluran pupuk kepada petani, tidak melakukan penjualan pupuk dengan sistem paket antara pupuk subsidi dengan non subsidi.

“Dari hasil pertemuan itu juga, bahwa produsen sudah menyediakan pupuk di tingkat gudang lini II, kemudian tinggal menunggu distributor melakukan penandatanganan SPJB (Surat Perjanjian Jual Beli) yang diajukan kepda pihak produsen, sehingga baru dapat dilakukan penebusan oleh distributor,” pungkasnya.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Sumbawa mengajak Dinas terkait untuk melakukan sosialisasi penggunaan pupuk organik kepada para petani. Menurutnya, ini merupakan salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan di lapangan. Selain itu, dengan dilaksanakannya sosialisasi penggunaan pupuk organik, diharapkan dapat merubah mindset masyarakat agar tidak ketergantungan menggunakan pupuk urea maupun NPK.

“Insya Allah kalau anggaran kita mencukupi, kita ganti saja ke pupuk organik, kita coba rencanakan pada APBD perubahan. Mungkin itu salah satu langkah kita ke depan. Kalau mau begini saja masalah tetap ada di lapangan. Coba kita rubah mindset masyarakat agar tidak selalu ketergantungan menggunakan pupuk urea maupun NPK,”pungkas Bupati. (arn)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...