Kyai Zul Terharu Bendungan Bintang Bano Akhirnya Diresmikan

Taliwang (Suara NTB) – Diresmikannya bendungan Bintang Bano oleh presiden Joko Widodo tak hanya membuat bangga masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). KH. Zulkifli Muhadli (Kyai Zul) , bupati pertama KSB, merasa terharu karena cita-cita daerah memiliki fasilitas bendungan multi fungsi itu akhirnya terwujud.

“Yah saya sangat bangga dan terharu karena hari ini kita bisa saksikan bendungan ini diresmikan oleh pak presiden,” kata Kyai Zul kepada wartawan saat hadir dalam acara peresmian bendungan Bintang Bano, Jumat, 14 Januari 2022.

Kyai Zul lantas menceritakan bagaimana awal mula tercetus cita-cita pemerintah KSB membangun bendungan Bintang Bano. Menurut dia, keinginan adanya bendungan itu muncul sejak tahun 2003 atau hampir sama dengan umur KSB. “Tujuan kita bangun bendungan ini untuk mengatasi banjir. Kita kan punya pengalaman banjir di Taliwang pada tahun 2000 dan 2007 yang sangat besar sehingga saat itu kita berpikir perlu ada bendungan untuk mengatasinya,” timpalnya.

Meski dicita-citakan sejak KSB terbentuk, rencana pembangunan bendungan Bintang Bano baru dimulai pada tahun 2008. Dengan modal anggaran sendiri, Pemda KSB akhirnya memulai pengerjaan awalnya di tahun 2010. Saat itu Kyai Zul mengungkapkan, pemerintah hanya modal nekat karena sadar untuk menuntaskan pengerjaannya akan butuh anggaran yang sangat besar. “Tapi memang harus kita mulai supaya kemudian kalau akhirnya kita butuh anggaran pusat bisa langsung karena pengerjaaan awalnya sudah ada,” urainya.

Strategi memulai dengan biaya sendiri itu pun terbukti manjur. Menurut Kyai Zul, di akhir masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pemda KSB akhirnya mendapat lampu hijau bahwa pusat bersedia mengambil alih pembiayaan lanjutan pembangunan Bintang Bano. Dan hal itu benar-benar terealisasi di masa kepemimpinan presiden Joko Widodo. “Begitu (presiden) pak Jokowi ternyata bendungan ini jadi salah satu priroritas untuk dikerjakan pusat,” sebutnya.

Kini dengan selesainya bendungan tersebut, Kyai Zul menyatakan, tugas berat pemerintah dan masyarakat KSB adalah memeliharanya. Karena itu ia berharap kepada seluruh lapisan masyarakat KSB agar menjaga kelestarian lingkungan alam sekitar bendungan. “Pemerintah tidak bisa sendiri. Masyarakat juga harus punya komitmen kuat memelihara bendungan ini agar kita bisa manfaatkan selama mungkin,” pungkasnya. (bug)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...