Jelang MotoGP Jalan Masih Gelap, Lobar Tagih Pemprov dan CSR Pelindo Tangani Jalan Menuju Pelabuhan

0
Rapat forum membahas berbagai keluhan soal jalan rusak. Termasuk jalur menuju Pelabuhan Gili Mas Lembar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat menagih komitmen dari perusahaan negara atau BUMN PT Pelindo III cabang Lembar untuk membantu menangani penerangan jalan umum di jalur menuju pelabuhan yang gelap gulita. Tidak saja gelap, jalur itu juga rusak parah. Persoalan ini juga menjadi keluhan warga pada rapat forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) di Kantor Dinas Perhubungan Jumat, 15 Januari 2022.

Seperti disampaikan anggota Forum, Rita yang berasal dari Lembar. Di pelabuhan Gili Mas hampir setiap hari ada kapal KMP yang muatannya kapasitas besar. Truk besar pun hilir mudik setiap hari di jalan menuju Gili Mas. “Tapi Jalan ke Gili Mas sudah rusak bergelombang, pengendara motor kayak naik odong-odong. Penerangan jalan juga gelap gulita, kami tidak bisa melihat jalan bergelombang,” keluh dia.

Ia juga mengeluhkan muatan batu bara yang mengganggu warga sepanjang jalur pengangkutan. Warga terganggu pernapasannya, karena ada beberapa warga sesak. Tanaman juga tidak tumbuh bagus, yang kemungkinan penyebab terpapar abu tersebut.

Ia berharap agar saat pengangkutan, kendaraan ditutup dengan aman. Ia juga mengeluhkan cara berkendaraan sopir truk. Forum LLAJ pun menghimpun semua keluhan itu kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait baik di Pemda Lobar maupun provinsi NTB. Termasuk dengan Pihak BUMN Pelindo. Kabid Sarana Prasarana Dishub Lobar, Fathurrahman menegaskan bahwa berbagai keluhan soal jalan ini akan dihimpun dan dikoordinasikan dengan instansi terkait lainnya.

“Kami melalui forum seperti usulan dari anggota forum akan membuat rekomendasi kepada Pemda (OPD), maupun provinsi dan pihak terkait (Pelindo) agar segera ditangani,” tegas dia. Sementara itu, kepala Disperkim Lobar HL Winengan menegaskan, provinsi harus bertanggung jawab terhadap penanganan akses jalan di jalur menuju pelabuhan karena itu merupakan jalan provinsi.

Termasuk pihak BUMN Pelindo sebagai perusahaan yang beroperasi di daerah itu harus bertanggungjawab. “Pelindo juga harus mempercantik, memperindah Lembar, i usah kirim kemana-mana CSR nya. Dan juga menerangi kawasan Gili Mas. Makanya kami ndak kasih lampu di Gili Mas karena itu urusan Pelindo,” tegas dia.

Apalagi dari pelabuhan itu, baik itu Pelindo maupun ASDP tidak memperoleh apa-apa. Baik itu pemasukan dan pendapatan. Padahal di Pelindo itu dibangun proyek pelabuhan Kapal Pesiar senilai triliunan, namun tidak mau membiayai lampu jalan. Kalau tidak ada itikad baik, maka pihaknya bisa menutup jalur ke Gili Mas. “Tutup saja, kalau tidak ada kontribusi ke Pemda,” tegas Ketua KAHMI Lobar ini. (her)

Tiitle Ads