Pemprov Upayakan Alokasi Tiket Khusus untuk Warga Lokal

0
Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah mendapingi Presiden Jokowi salam kunjungan ke NTB, Kamis, 13 Januari 2022. (Suara NTB/diskominfotik)

Praya (Suara NTB) – Pemprov NTB saat tengah mengupayakan alokasi tiket khusus untuk warga lokal sebanyak 15 ribu tiket. Dengan begitu diharapkan akan lebih banyak lagi masyarakat lokal yang bisa menonton event MotoGP Maret mendatang. Hal itu diungkapkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, kepada wartawan, Kamis, 13 Januari 2022.

Dihubungi di sela-sela mendampingi Presiden Joko Widodo, meninjau Bazar Mandalika, Gubernur mengatakan, pemberian alokasi tiket bagi warga lokal tersebut juga salah satu upaya untuk menjawab persoalan kekurangan akomodasi yang terjadi. Karena masyarakat lokal tidak akan butuh penginapan. Beda kalau penonton luar, tentu akan butuh penginapan.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah memberikan alokasi tiket sebanyak 65 ribu. “Harapan kita, 15 ribu diantaranya bisa dialokasikan khusus untuk masyarakat lokal kita. Jadi akan lebih banyak lagi masyarakat lokal yang bisa menonton event MotoGP,” jelasnya.

Disinggung terkait kesiapan akomodasi berupa hotel dan penginapan, Gubernur menegaskan pemerintah tengah mengupayakan semua cara untuk bisa memenuhi kebutuhan akan penginapan. Bahkan sampai menyiapkan penginapan terapung. Dengan akan mengerakan kapal laut milik Pelni dengan kapasitas daya tampung hingga ribuan orang.

Pihaknya optimis persoalan kekurangan penginapan akan bisa teratasi. Meski ketersedian kamar dan penginapan masih terbatas. Karena jika melihat komposisi penonton MotoGP kebanyaknya masyarakat kelas menengah kebawah. Sementara yang kategori menengah ke atas tidak terlalu banyak.

Dan, biasanya penonton kelas menengah kebawah kebutuhan penginapannya tidak terlalu ribet. Karena satu kamar bisa ditempati sampai empat orang. Bahkan kalau tidak kebagian kamar hotel, bisa memanfaatkan fasilitas umum dan fasilitas ibadah, seperti masjid. Termasuk bisa menginap di rumah-rumah warga.

“Berbeda kalau penonton kelas menengah keatas, biasanya butuh satu kamar untuk satu orang. Jadi kebutuhan akomodasinya lebih ribet. Sehingga kita optimis, ketersedian akomodasi mencukupi,” tegas Gubernur NTB. (kir)