Lokasi Pengganti Belum Rampung, Warga Kuta Tolak Pembongkaran Musala

0
Musala Nurul Iman Dusun Ujung Desa Kuta masih berdiri. Warga setempat melarang fasilitas tersebut dibongkar sampai bangunan pengganti selesai dibangun oleh ITDC. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Rencana pembongkaran Musala Nurul Iman yang berada di depan sirkuit intenasional Mandalika, mendapat penolakan warga Dusun Ujung Desa Kuta, Pujut. Pasalnya, hingga saat ini pembangunan musala pengganti yang dijanjikan oleh pihak ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika belum juga rampung. Jika tidak segera dituntaskan, pelebaran jalan depan sirkuit internasional Mandalika terancam molor.

“Kami bukannya tidak mendukung pembangunan di kawasan The Mandalika. Tapi apa yang menjadi hak masyarakat berupa fasilitas ibadah berubah musala diselesaikan dulu pembangunannya. Baru bangunan musala yang lama bisa dibongkar,” sebut Budiman, warga setempat, Kamis, 13 Januari 2022.

Budiman mengatakan, warga setempat ngotot untuk tidak mengizinkan pembongkaran Mushala Nurul Iman yang berada persis di depan sirkuit internasional Mandalika tersebut, karena sebelumnya sudah ada pengalaman pahit. Saat pemindahan Masjid Nurul Hakim Dusun Ujung. Kala itu, pihak ITDC menjanjikan akan membangun bangunan masjid pengganti.  Namun yang terjadi, bangunan masjid yang lama sudah terlanjur dibongkar. Sementara bangunan masjid yang baru sampai saat ini belum juga selesai dikerjakan. “Jangan sampai kejadian sebelumnya terulang lagi dalam kasus musala ini. Jadi itulah kenapa warga ngotot untuk melarang musala lama dibongkar,” sebutnya.

Pihaknya mempersilakan proye pelebaran jalan di depan sirkuit Mandalika tetap berjalan. Tapi khususnya untuk bangunan Musala Nurul Iman jangan diganggu gugat terlebih dahulu. Sebelum bangunan musala penganti yang baru selesai dikerjakan.

Menurutnya, kalau bangunan musala pengganti selesai, bangunan musala yang lama silakan dibongkar. Bahkan bila perlu warga akan membantu membongkar. Dan, pastinya tidak akan butuh waktu lama untuk membongkar bangunan musalanya. “Hari ini bangunan musala penganti selesai dikerjakan, hari ini juga silakan bongkar bangunan musala lama,” tandasnya.

Diakuinya, pemerintah daerah melalui Sekda Loteng L. Firman Wijaya sudah menjamin bangunan musala pengganti pasti selesai dikerjakan. Namun warga belum yakin, kalau baru sekedar janji. Warga hanya mau bangunan pengganti sudah selesai dulu dibangun. Tidak hanya sekedar janji atau sekedar komitmen, karena warga sudah trauma dengan kejadian sebelumnya.

Menanggapi permintaan warga, Sekda Loteng, L. Firman Wijaya, mengaku bisa memahami  apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Pemkab Loteng dalam hal ini akan berupaya mengkomunikasi dengan pihak ITDC, agar apa yang menjadi tuntutan masyarakat bisa segera terjawab. “Kami bisa memahami tuntuntan masyarakat tersebut dan akan segera menyelesaikan pembangunan musala pengganti yang dimaksud,” jawabnya. (kir)