Tulis Surat di Kertas Kardus, Warga di Perumahan Sudak Palace Meninggal Gantung Diri

0
Warga ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya di Sudak Palace Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi, Senin, 10 Januari 2022. (Suara NTB/her)

Warga di perumahan Sudak Palace Dusun Kebun Sudak Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar) dihebohkan dengan penemuan warga yang meninggal gantung diri di halaman belakang rumahnya sekitar pukul 06.30 pagi. Tubuh korban yang berasal dari Lombok Timur (Lotim) tersebut ditemukan menggantung dengan posisi tali nilon melilit di lehernya. Korban baru berusia 23 tahun yang memiliki seorang istri sedang hamil muda itu pun langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.

ABDUL Hanan tetangga korban, menuturkan kejadian itu diketahui bermula saat istri korban pulang ke rumah sekitar pukul 06.30 Wita pagi. Istrinya diketahui pulang dari rumah orang tuanya. Sesampai di rumah, istri korban membuka pintu gerbang. Begitu membuka pintu gerbang, istri korban langsung melihat suaminya dalam posisi gantung diri di pojok tembok halaman belakang rumah. Setelah melihat suaminya gantung diri, istri korban langsung histeris meminta tolong ke tetangga. “Istrinya korban meminta-minta tolong ke tetangga, warga pun berlarian ke rumah korban. Dan melihat korban gantung diri,” jelas dia.

Istri korban pun meronta-ronta meminta agar tali yang menjerat leher korban dibuka. Akan tetapi warga tidak berani, karena perlu melapor ke desa dan aparat dulu. Warga pun langsung melaporkan ke kepala desa (kades), selanjutnya kades memberitahu aparat. Pihak keluarga dari korban dan istri juga diberitahu. Tak lama, pihak aparat dan keluarga pun tiba di lokasi kejadian. Setelah disaksikan pihak keluarga, pihak desa dan dari puskesmas, barulah aparat menurunkan tubuh korban. Pada saat evakuasi korban, ditemukan surat yang ditulis di kertas kardus. Warga tidak tahu pasti penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Korban yang diketahui kelahiran tahun 1999, tinggal di perumahan itu sejak pertengahan tahun lalu bersama istrinya yang baru hamil pertama. Korban diketahui, baik, santun dan ramah. Rajin salat ke masjid. Di lingkungan, korban yang berprofesi sebagai karyawan swasta juga dikenal aktif dan bersosialisasi dengan warga.

Sementara Kades Terong Tawah, M Waris Zaenal membenarkan kejadian warga yang gantung diri di perumahan Sudak Palace. “Saya dapat informasi pagi, sekitar pukul 07.00 wita, saya langsung ke sana,” ujarnya. Mayat korban dievakuasi oleh pihak aparat dari Polsek, Polres, dan pihak puskesmas disaksikan pihak keluarga dan desa.

Korban asal Keruak Lotim itu diketahui belum pindah domisili ke desa setempat. Atas kejadian ini, pihaknya pun mengimbau kepada warga di perumahan agar melapor diri ke penjaga, RT dan kadus bahwa tinggal di perumahan. Hal ini mengantispasi kejadian tak diinginkan. Dan pihak desa juga mudah melakukan pendataan bagi warga. “Selaku kades, kami sebagai pimpinan wilayah tetap memerhatikan. Kalau ada persoalan apa saja, jangan selesaikan sendiri masalah. Kalau sulit dipecahkan, ajak kita biar kita carikan solusi,” ujarnya. Pihaknya juga menekankan kepada penjaga agar berkoordinasi dengan RT, dusun dan desa kalau ada masalah.

Sementara itu, Kapolsek Labuapi Iptu Agus Priyo Wahyono mengatakan penemuan korban gantung diri AW oleh istrinya sekitar pukul 07.00 wita. Istri korban baru saja pulang dari rumah mertua korban yang beralamat di Mataram. “Istrinya melihat korban dalam kondisi gantung diri, selanjutnya istri korban berteriak meminta tolong, sehingga warga sekitar mendatangi TKP dan melihat korban telah gantung diri,” jelasnya.

Selanjutnya warga sekitar menghubungi kades. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung ke TKP bersama anggota dan doker jaga puskesmas. Dokter pun melakukan pemeriksaan awal guna memastikan kondisi korban. “Korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Selanjutnya, tim Polsek dan Identifikasi (Inavis) Polres Lobar melakukan olah TKP dengan memotong tali dan menurunkan korban untuk diperiksa.”Selanjutnya memasukkan jenazah ke dalam kantong jenazah,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan di sekitar TKP dan dalam rumah korban, pihaknya juga menemukan tulisan tangan di atas kertas kardus terkait masalah keluarga.Setelah proses pemeriksaan dan olah TKP, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan. Barulah, sekitar pukul 14.00 wita, jenazah dibawa pulang pihak keluarga ke Keruak Lotim untuk dimakamkan.(her)