Dukung Penanganan Sampah di NTB, Universitas Bakrie Gelar Pelatihan Budidaya Larva BSF

0

Mataram (Suara NTB) – Universitas Bakrie bekerja sama dengan pemerintah daerah Provinsi NTB bekerjasama mengembangkan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF)/maggot untuk mengurai sampah dan mendukung program unggulan nol sampah (zero waste) dan nol dedoro (nol sampah) di Kabupaten Lombok Barat.

Universitas Bakrie diketahui sebagai salah satu universitas di Indonesia yang berperan aktif dan berkomitmen dalam penanganan masalah lingkungan.  Program kerjasama budidaya maggot di NTB ini juga merupakan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Hasil Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi Swasta dari Direktorat Jenderat Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Program ini muncul sebagai dukungan kepada perguruan tinggi swasta dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagian dari Tri dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi. Termasuk untuk memaksimalkan hilirisasi hasil dan manfaat penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Bakrie.

Pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Deffi Ayu Puspito Sari S.TP., M.Agr.Sc., Ph.D., IPM sebagai merupakan tindak lanjut dari penelitian unggulan Universitas Bakrie “Pengolahan Sampah Organik Berbasis Budidaya Maggot BSF dan Penciptaan Aplikasi Pengumpul Sampah Terintegrasi Untuk Mendukung Zero Waste”.

Pada luran penelitian sebelumnya, telah terbangun instalasi budidaya BSF di Desa Midang, Kabupaten Lombok Barat NTB dan aplikasi pengumpul sampah Zewes ID. Ternyata, masih banyak ditemukan permasalahan di bidang budidaya yang belum terpecahkan di lapangan, di antaranya adalah pertumbuhan larva yang tidak optimum, larva mati, kesulitan pengendalian hama untuk BSF seperti semut dan tikus, serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik pengeringan dan pengemasan produk yang baik.

“Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas teknikal, sosial dan ekonomi dalam budidaya larva BSF,” ujarnya kata Deffi. Sebagai rangkaian kegiatan, sebelumnya dilakukan kunjungan ke budidaya BSF di Ekowisata Boon Pring dan TPS 3R Tumpang Lestari Desa Tumpang di Malang pada 24 Desember 2021. Kegiatan ini untuk mempelajari sistem budidaya BSF yang telah mandiri dan sukses dibina oleh BUMDES.

Bahkan, dengan budidaya BSF di dalamnya, Ekowisata Boon Pring di Desa Wisata Sanankerto, Turen, Malang menyabet 3 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Hal ini tentunya menjadi motivasi tambahan bagi Desa Midang dan desa-desa lain di Lombok, NTB untuk segera mengoptimalkan biokonversi limbah organiknya dengan budidaya BSF di Lombok.

Setelah kegiatan studi banding, pengabdian masyarakat dilanjutkan dengan kegiatan utamanya yaitu pelatihan budidaya BSF kepada kelompok binaan dan masyarakat serta peternak BSF di Lombok, NTB oleh Deffi Ayu Puspito Sari S.TP., M.Agr.Sc., Ph.D., IPM dan Bapak Diki Surya Irawan S.T., M.Si., IPM dari Universitas Bakrie dan Luki Amar Hendrawati, SPt., M.Sc. serta Dudi Teguh Gunadi, Ph.D dari Polbangtan Malang.

Kegiatan pelatihan dilakukan di Hotel Grand Palace, Mataram, Selasa, 28 Desember 2021  dihadiri oleh para Kepala Desa dan Direktur BUMDES dari Desa Midang, Desa Narmada, Desa Lembuak, Desa Gunungsari, serta Desa Badrain, Ketua Kelompok Tani, Peternak Maggot dan Ketua Kelompok Ternak Ikan Desa Badrain, Kadis Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa Kabupaten Lombok Barat, perwakilan PT Berkahi Gumiku Lestari dan yayasan LAZ DASI NTB Bapak Abdul Hanan.

Setelah menerima materi dari para narasumber, dan sesi diskusi, peserta pelatihan mengunjungi instalasi Budidaya BSF yang telah dibangun sebagai hasil penelitian sebelumnya di lokasi TPS 3R Desa Midang, di sana para peserta mendapat pengetahuan bagaimana membangun instalasi BSF yang baik dan  berdiskusi langsung dengan melihat pelaksanaan di lapangan. Diharapkan dengan kunjungan dan pelatihan budidaya BSF ini, selain menjadi langkah awal peningkatan kapasitas masyarakat Lombok dalam budidaya BSF untuk mencapai target Zero Waste Provinsi NTB, juga dapat meningkatkan pencapaian kampus merdeka Universitas Bakrie melalui aktivitas dosen di luar kampus, kelas yang kolaboratif dan partisipatif serta perolehan pengalaman di luar kampus bagi mahasiswa. (bul)