Perbedaan Menjadi Investasi Berharga

0
Walikota Mataram,H. Mohan Roliskana memberikan sambutan pada acara sosialisasi sadar kerukunan beragama dan launching kelurahan sadar kerukunan di Meseum NTB, Selasa (28/12). (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana memahami komposisi penduduk Kota Mataram yang terdiri dari berbagai macam agama, suku dan rasa menjadi investasi berharga yang perlu dirawat bersama. Perbedaan menjadi alat perekat untuk hidup berdampingan dan menjaga semangat toleransi yang terpelihara  dengan baik.

“Saya sadari tidak hanya karena agama, perbedaan suku dan pilihan politik saja yang membuat kita berbeda. Perbedaan ini investasi berharga yang perlu dijaga,” kata Walikota ditemui usai peluncuran kelurahan sadar kerukunan di Kelurahan Taman Sari, Selasa, 28 Desember 2021.

Dia memahami walaupun ada gesekan-gesekan. Hal itu terjadi karena persoalan pribadi yang di bawah ke arah persoalan kolektif kemudian dicampur adukkan dengan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Hal ini harus diwaspadai kemungkinan timbulnya konflik terkait kerukunan beragama dan kepercayaan dalam masyarakat.

Walikota menyebutkan, meskipun dalam keragaman dan perbedaan, suasana Kota Mataram tetap aman dan kondusif. “Mudah-mudahan perbedaan ini dijaga karena ini modal berharga untuk membangun Kota Mataram,” terangnya.

Menurutnya, kehadiran Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang telah didirikan sejak 2006 lalu. Sosialisasi akan pentingnya kerukunan beragama memang harus terus dilakukan secara rutin. FKUB sebagai lembaga yang dibentuk oleh masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah, berguna untuk membantu tugas-tugas pemerintah dalam sinergi tugas dengan berbagai instansi terkait dalam menjalin kerukunan kehidupan umat beragama.

Walikota mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman yang dirasakan sebelumnya untuk tetap menjaga kewaspadaan akan timbulnya konflik di kemudian hari. Karena itu, berbagai upaya harus dilakukan mulai dari sosialisasi dan dialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat terus dilakukan, sehingga keharmonisan, keamanan dan ketertiban masyarakat senantiasa terjaga dan para tokoh agama serta tokoh masyarakat bisa menggaungkan narasi-narasi damai yang menguatkan toleransi dalam masyarakat. (cem)