Pupuk Ilegal Diduga Beredar di Loteng

Praya (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) kini tengah menyelidiki kasus dugaan peredaran pupuk ilegal di daerah ini. Menyusul temuan pupuk yang diduga tidak memiliki izin edar di salah satu pengecer pupuk di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Minggu, 5 Desember 2021. Beberapa contoh pupuk pun sudah diamankan dari penjual LN, warga setempat, untuk diteliti kanduangnnya di laboratorium.

Kasat Reskrim Polres Loteng, Iptu Redho Rizky Pratama, S.Tr.K., dalam keteranganya, Senin, 6 Desember 2021, membenarkan kalau pihaknya memang sedang menyelidiki kasus dugaan peredaran pupuk palsu dan tapa izin edar di Loteng. “Kasusnya masih tahap penyelidikan,” ujarnya.

Untuk keperluan penyelidikan, pihaknya sudah mengamankan dua karung pupuk SP-3.6 dan satu karung pupuk Phoska Raya dari penjualnya. Sebagai sampel untuk keperluan uji kandungan di laboratorium nantinya. Penjual pupuk itu sendiri sudah dimintai keterangan, guna menelusuri sumber dan asal pupuk diduga palsu dan tanpa izin edar tersebut. Begitu pula dengan pihak Dinas Pertanian, koordinasi juga sudah dilakukan

Redho mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat soal adanya pupuk yang diduga palsu beredar di Desa Sengkol. Atas laporan tersebut, pihak kepolisian langsung menerjunan tim. Untuk selanjutnya mendatangi lokasi penjual serta mengamankan barang bukti.

“Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Jika ditemukan alat bukti yang cukup, maka kasus itu segera naik ke tahap penyidikan. Jadi kita lihat saja nanti, cukup tidak alat buktinya,” terang Redho.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman PN., mengingatkan masyarakat khususnya petani agar tetap waspada akan peredaran pupuk palsu di daerah ini. Pasalnya, memasuki musim tanam seperti sekarang ini, kebutuhan akan cukup pupuk tinggi. Hal itu yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan pupuk palsu.

“Kita minta masyarakat waspada dan hati-hati. Harus teliti saat akan membeli pupuk. Jika ditemukan ada dugaan pupuk palsu, segera laporkan ke pihak berwajib. Supaya bisa segera ditindaklanjuti,” sebutnya.

Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, sering kali pupuk palsu yang ditemukan kandungnya tidak memenuhi standar. Tidak hanya itu, pupuk tersebut juga tidak memiliki izin edar serta tidak terdaftar di pemerintah. Sehingga berpotensi merugikan masyarakat dalam hal ini petani.

“Memang banyak masyarakat yang berinovasi membuat pupuk dan sebagainya. Kalau itu digunakan untuk keperluan pribadi bukan jadi masalah,” sebutnya. Tapi kalau kemudian pupuk tersebut diproduksi massal dan digunakan oleh orang banyak, itu harus melalui uji kelayakan terlebih dahulu serta harus terdaftar dan memiliki izin edar. Jika tidak itu jelas menyalahi aturan dan pihak yang terlibat bisa dijatuhi sanksi hukum. (kir)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...