Milad Muhammadiyah ke-109, Optimisme Hadapi Covid-19, Menebar Nilai Utama

0
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.A.P., (kedua dari kiri), bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, H. Falahuddin (paling kiri), dan Rektor Ummat, H. Arsyad Abd Gani (tiga dari kiri) saat resepsi milad ke-109 Muhammadiyah.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar resepsi milad ke-109 Muhammadiyah, kegiatan ini mengambil tema Optimisme Hadapi Covid-19; Menebar Nilai Utama. Acara ini digelar pada hari Minggu, 5 Desember 2021 di Aula H. Anwar Ikraman UMMAT, dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.A.P., selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Hadir memberikan sambutan dalam acara ini yaitu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Dr. H. Falahuddin, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya, ia mengatakan acara ini untuk kalangan internal Muhammadiyah dalam rangka meneguhkan ideologi Muhammadiyah.
“Milad ini khusus dihajatkan untuk internal Persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka untuk meneguhkan ideologi Muhammadiyah,” ujarnya.

Di sisi lain dalam Pidatonya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.A.P., selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan bahwa Muhammadiyah mempunyai peranan luar biasa dalam menangani Covid-19 dan sudah diakui dunia.
“Peranan Muhammadiyah dalam menangani Covid-19 sangat luar biasa dan bukan hanya pemerintah Indonesia yang mengakuinya bahkan dunia sudah mengakui peranannya. Karena untuk Muhammadiyah hal seperti sudah biasa, bekerja tanpa diupah,” jelasnya.

Selanjutnya dalam pidatonya Ia mengatakan kalau Muhammadiyah punya etos kerja yang sangat khas dan adanya hanya di Muhammadiyah, seandainya ini dikloning dan digunakan dalam etos kerja di tempat lain sangat luar biasa, misalnya sifat amanah yang rata-rata dimiliki oleh warga Muhammadiyah.

“Sifat amanah kalau di Muhammadiyah itu relatif dan rata-rata umumnya warga Muhammadiyah mulai dari pimpinan sampai anggotanya pasti mempunyai sikap amanah. Coba sikap amanah berlaku di birokrasi, contohnya 3 menteri saja dipimpin oleh warga Muhammadiyah, saya yakin etos kerja Muhammadiyah ini bisa mengurangi dampak korupsi,” ujarnya.

Dan di akhir pidatonya, Muhadjir memberikan semangat untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan dalam ilmu-ilmu keduniaan, yang intinya harus direbut.
“Hanya Muhammadiyah yang mampu dan mempunyai kekuatan islam serta modal untuk mengejar ketertinggalan Itu,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, hadir juga Rektor Ummat, Dr. H. Arsyad Abd Gani., M.Pd., serta tamu undangan lainnya. (ron)