WSBK Dongkrak Pendapatan Daerah Lobar

0
Suparlan. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat (Lobar) menyebut perhelatan World Superbike (WSBK) cukup berpengaruh terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lobar, yang saat ini bisa mencapai Rp220 miliar. Target awal PAD yang dipatok untuk tahun ini sekitar Rp295 miliar.

“Sebenarnya ini bukan persoalan target, tapi yang terpenting itu hasil riil. Per tanggal 2 Desember ini saja posisi PAD kita sudah lebih Rp25 miliar, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu,” terang Kepala Bapenda Lobar, Suparlan, saat ditemui Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis, 2 Desember 2021.

Jika dibandingkan dengan realisasi keseluruhan pada tahun lalu, itu mencapai Rp 218 miliar, yang artinya sudah ada kelebihan PAD yang masuk sebesar Rp2 miliar lebih.

Sehingga untuk capaian PAD hingga akhir 2021 ini, ia memprediksi akan bisa memperoleh Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) kurang lebih sebesar Rp12 miliar jika dibandingkan dengan tahun lalu. “Ya kalau prediksi saya, akan lebih sekitar Rp12 miliar dari tahun kemarin,” ujarnya.

Kendati pun, pajak hotel dan restoran bulan lalu saat penyelenggaraan WSBK belum diterima pihaknya, namun dirinya tidak memungkiri bahwa WSBK turut memberi dampak dalam capaian PAD Lobar tahun ini. “Selama WSBK belum kita terima memang karena belum ya, tapi memang rata-rata okupansi hotel itu 95 persen. Kita berharap saat MotoGP tahun depan bisa lebih dari itu,” ungkapnya.

Sehingga diharapkan dengan estimasi waktu pelaksanaan MotoGP yang lebih lama dibanding WSBK ini akan dapat memberi dampak yang lebih besar bagi PAD Lobar. “Efektifnya kan kemarin tamu menginap itu lima hari, kalau eventnya besok lebih panjang, tentu harapan kita ke depan bisa lebih bagus,” ujarnya.

Suparlan memaparkan, untuk pajak hotel dan restoran yang diterima pihaknya hingga saat ini riilnya mencapai Rp6 miliar. Ditambah dengan realisasi pajak hotel yang mampu mencapai Rp4 miliar. “Kalau sekarang memang pajak hotel dan restoran kita kesampingkan dulu dari target PAD karena kondisi pandemi. Dan kami fokusnya lebih ke pajak bumi dan bangunan (PBB) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB),” imbuh dia.

Di mana pada tahun 2021 ini, PAD Lobar yang paling tinggi justru masuk dari BPHTB dan itu disebutnya justru di luar dugaan, karena bisa mencapai peningkatan sebesar 70 persen. “Kalau dibanding tahun lalu, jelas ini sudah melampaui target tahun lalu,” tandasnya. Untuk tahun depan, pihaknya tetap mematok target PBB Lobar di angka Rp21 miliar. Sementara untuk pajak hotel dan restoran, pihaknya akan menambahkan target sekitar Rp10 miliar dari target tahun ini. Sehingga targetnya PAD dari pajak hotel dan restoran akan meningkat menjadi Rp30 miliar pada tahun depan. (her)