Ambil Alih Pasar Seni Senggigi

PEMPROV NTB akan mengambil alih pengelolaan beberapa aset yang kontribusinya minim bagi penerimaan daerah. Salah aset Pasar Seni Senggigi yang akan habis kontaknya pada 2023 mendatang.

“Tinggal sebentar berakhir kontrak kerja samanya pada 2023. Tinggal kita nunggu habis kontraknya, terus kita ambil dan kita kelola baru. Yaitu aset Pasar Seni Senggigi,” kata Kepala UPT Balai Pemanfaatan dan Pengamanan Aset BPKAD NTB, Muhammad Anwar dikonfirmasi di Mataram, Jumat, 3 Desember 2021.

Kerja sama pemanfaatan tanah Pasar Seni Senggigi dengan pihak ketiga dilakukan melalui pola kerja sama produksi yang kontrak perjanjian ditandatangani pada tahun 1993  dengan PT. Rajawali Adi Senggigi Nomor 229 tahun 1993.  Jangka waktunya selama 30 tahun  tahun dengan besaran royalti yang diterima Pemprov NTB hanya sebesar Rp 17.250.000 per tahun.

Selain itu, kata Anwar, Pemprov juga akan mengambil alih aset eks rumah dinas pimpinan DPRD NTB di Pajang Kota Mataram. Aset ini dikerjasamakan dengan PT. Varindo Lombok Inti sejak 2013 silam. Namun hingga saat ini, aset tersebut belum dimanfaatkan sesuai dengan kesrpakatan awal.

“Aset yang di Pajang sudah kita komunikasi dengan Varindo. Baru kemarin saya komunikasi,” ungkapnya.

Sedangkan aset lainnya yang dikerjasamakan dengan PT. Lombok Plaza di Jalan Bung Karno Kota Mataram akan berlanjut. PT. Lombok Plaza sudah mulai melakukan proses pembangunan. Rencananya pada aset daerah ini akan dibangun NTB Convention Centre (NCC).

Sementara aset daerah di Golong Kecamatan Narmada Lombok Barat akan dilakukan adendum kontrak kerja sama. Karena masa kontraknya masih cukup panjang yaitu selama 70 tahun.

Aset Pemprov yang berada di Golong Kecamatan Narmada Lombok Barat berupa tanah dikerjasamakan dengan PT. Green Enterprise Indonesia Corporation. Perjanjian kerja sama aset ini sesuai surat perjanjian kontrak produksi Nomor 39a Tahun 1993.

Selama ini, aset tersebut  telah menjadi salah satu target pendapatan asli daerah. Akan tetapi, kontribusinya masih kecil dikarenakan perjanjian kerjasamanya telah ditandatangani sejak tahun 1993 dengan jangka waktu perjanjian 70 tahun. Nilai royalti yang diperoleh Pemprov NTB dengan pemanfaatan aset tersebut hanya Rp 35 juta setahun. “Kalau aset yang di Golong mau diedendum,” tandas Anwar. (nas)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...