Penutupan Destinasi Wisata Belum Diputuskan

0
Mohan Roliskana. (Suara NTB/Jun)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram akan menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III pada libur Natal dan Tahun Baru. Kendati demikian, penutupan destinasi wisata hingga kini belum diputuskan. Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 diamanatkan tidak boleh ada kegiatan perayaan, kemeriahan serta banyak hal yang dibatasi selama libur Natal dan Tahun Baru. Pembatasan termasuk kegiatan ibadah maksimal 50 persen.

Sementara, destinasi wisata serta meniadakan libur sekolah belum diputuskan. Skenario ini harus dibahas bersama forum komunikasi pimpinan daerah. “Nanti kita akan cek dulu. Kita akan rapat terbatas untuk menyiapkan skenario penanganan Nataru,” kata Walikota dikonfirmasi Rabu, 1 Desember 2021. Walikota menambahkan, arahan pemerintah pusat memang alun – alun ditutup dan tempat hiburan dibatasi.

Pihaknya akan melihat seperti apa perkembangan di lapangan. Tujuan pembatasan oleh pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan masuknya varian baru Covid-19. Saat ini, masyarakat mulai melonggarkan diri, sehingga sejak awal harus disosialisasikan. Sementara itu, Komandan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Irwan Rahadi menjelaskan, selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level III mulai 24 Desember – 2 Januari.

Petugas gabungan terdiri dari TNI – Polri, Satuan Polisi Pamong Praja dan instansi terkait yang tergabung dalam Satgas Covid-19 akan melakukan pemantauan terhadap objek wisata. Personil Sat. Pol PP akan ditugaskan menjaga ketat. “Kami sifatnya memback up. Pengawasan nanti bersama TNI dan Polri,” kata Irwan dikonfirmasi, Selasa, 30 November 2021.

Kebijakan PPKM level III arahnya tidak boleh ada perayaan pergantian tahun baru. Skema kebijakannya kata Irwan, menunggu arahan dari pemerintah pusat yang kemudian ditindaklanjuti dengan kebijakan kepala daerah. Tetapi berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang pencegahan penularan Covid-19 selama Natal dan Tahun Baru. Tempat hiburan, destinasi wisata serta kegiatan di areal publik yang menimbulkan kerumunan ditutup.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. M. Saleh menambahkan, selama perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru sudah ada perintah dari pemerintah pusat, untuk melakukan penyekatan di beberapa titik. Khusus di Kota Mataram, penyekatan difokuskan pada tempat wisata. Pihaknya akan berkoordinasi dengan camat, lurah dan linmas. Diprediksi pergerakan masyarakat akan mengarah ke objek wisata.

“Kita lakukan penyekatan di sana (destinasi wisata) saja,” kata Saleh. Untuk penyekatan di pintu masuk kota kata dia, tergantung arahan dari Polresta Mataram. Aparat kepolisian memiliki analisis serta mekanisme rekayasa lalu lintas. Namun demikian, penegakan disiplin protokol kesehatan menjadi fokus yang akan diawasi. Selain ketertiban dan keamanan berlalu lintas. (cem)