Ibadah Umrah Dibuka 1 Desember, Kemenag Belum Terima Pemberitahuan Resmi

0
Muhammad Amin. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Arab Saudi dikabarkan memberikan ruang bagi masyarakat Indonesia, untuk melaksanakan ibadah umrah mulai 1 Desember kemarin. Namun demikian, Kementerian Agama Kota Mataram hingga kini belum menerima pemberitahuan secara resmi. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Muhammad Amin menegaskan, pemberitahan jadwal pelaksanaan ibadah umrah dari Kementerian Agama di Jakarta, belum diterima secara resmi.

Sehingga, pihaknya belum bisa mensosialisasikan atau menginformasi kepada pengusaha travel umrah. Meskipun pemberitaan di media massa Pemerintah Arab Saudi mulai melonggarkan warga negara luar untuk masuk untuk melaksanakan umrah mulai 1 Desember. “Iya, kita hanya dengar informasi dari media saja. Pemberitahuan secara resmi belum kita terima,” kata Amin dikonfirmasi, Rabu, 1 Desember 2021.

Kondisi demikian sudah diketahui oleh pengusaha travel umrah di Kota Mataram. Para travel umrah ini memiliki jaringan, sehingga lebih mengetahui informasi pelaksanaan ibadah umrah. Adapun kepastian diperbolehkan vaksin sinovac atau tidak. Amin mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari Kementerian Agama. Item ini memang yang didiskusikan oleh pemerintah pusat, apakah diperbolehkan vaksin sinovac ataukah memungkinkan untuk vaksin dosis ketiga jenis lainnya yang disetujui atau akui oleh Kerajaan Arab Saudi. “Terkait semuanya itu belum ada pemberitahuan,” ucapnya.

Salah satu calon jamaah umrah, Muhammad Ali hingga kini belum mendapatkan kepastian dari travel umrah kapan diberangkatkan. Dia bersama istri dan kedua orangtuanya telah lama menunggu pasca pelarangan untuk melaksanakan ibadah umrah dari Pemerintah Arab Saudi. “Saya sudah dua tahun nunggu. Seharusnya berangkat pas awal Covid-19 itu,” ujarnya.

Dia mengaku, tidak kecewa terhadap kebijakan penundaan tersebut. Hampir seluruh negara sedang berjuang melawan penyebaran virus corona. Hanya saja, ia mengkhawatirkan kondisi kesehatan orangtuanya yang sudah berusia di atas 70 tahun. “Cuman kasian orangtua lama nunggu, karena sudah siap – siap dari dulu,” ujarnya. Vaksin ketiga kemungkinan dijadikan prasyarat tidak dipersoalkan. Dia mengaku siap mengikuti arahan pemerintah sepanjang memberikan manfaat dan keamanaan saat pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. (cem)