Tempat Hiburan Senggigi Tak Terdampak WSBK

0
Suhermanto. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pengusaha hiburan di Senggigi mengaku tidak mendapat keuntungan dari event balap World Superbike (WSBK) yang digelar pada 19-21 November di Sirkuit Mandalika. Kendati demikian, masih ada harapan pada rangkaian gelaran MotoGP di awal 2022 nanti dampaknya akan lebih positif dan menyeluruh.

Selama rangkaian event balap motor IATC dan WSBK digelar, tempat hiburan yang sudah siap menerima tamu harus menerima kenyataan, minimnya tamu-tamu yang berkunjung ke tempat hiburan. Meskipun tamu yang menginap di hotel yang ada di Senggigi sebagian besar tidak mendatangi tempat hiburan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi, Suhermanto menjelaskan tidak ramainya tempat hiburan saat World Superbike karena mobilitas tamu yang tinggi ke Mandalika dan baru pulang pada malam hari. “Keadaannya berbeda. memang tempat hiburan sepi, berbeda dengan hotel dan restoran yang ramai dikunjungi. Penyebabnya karena jarak tempuh yang jauh dari Senggigi ke Mandalika sehingga ketika penonton kembali ke Senggigi memilih langsung istirahat di hotel,” papar Suhermanto.

Pengusaha hiburan berharap saat event MotoGP tempat hiburan menjadi salah satu pilihan tamu untuk dikunjungi sehingga dampak ekonomi semakin merata. “Kami harap saat MotoGP pada 2022 ada animo berbeda dibanding World Superbike, sehingga usaha hiburan merasakan keuntungan di tengah pandemi ini,” ujar Suhermanto.

Okupansi hotel di Senggigi selama event WSBK  juga tidak merata dibandingkan Mataram dan kawasan Mandalika. “Menurut informasi, sebagian hotel yang okupansinya tinggi saat WSBK, sebagian hotel okupansinya tetap rendah. Pihak hotel sudah berusaha menjual paket WSBK, tetapi banyak yang memilih reservasi saat MotoGP,” tambah Suhermanto.

Selain itu, pelaksanaan event yang bersamaan dengan WSBK dinilai tidak tepat karena tidak menarik minat tamu yang lebih fokus pada event balap di Mandalika. Serangkaian kegiatan kepariwisataan digelar di Senggigi. Dengan harapan, tamu-tamu WSBK akan mencari suasana lain di Senggigi. Dari evaluasi pelaksanaan event yang waktunya bersamaan ternyata tidak tepat, saat hari pelaksanaan MotoGP nanti sebaiknya berkonsentrasi di sana tanpa ada event lain di Senggigi. Kendati demikian, pengusaha tetap optimis. Untuk MotoGP, tanpa terkecuali pengusaha hiburan di Senggigi juga tetap mempersiapkan diri menyambut balap motor paling bergengsi sejagad itu. (bul)