Minta Tambahan Ambulans

0
H. Lalu Herman Mahaputra (Suara NTB/dok)

RSUD NTB sebagai rumah sakit rujukan penanganan pembalap yang mengalami kecelakaan di gelaran World Superbike (WSBK) 2021 meminta tambahan fasilitas pendukung seperti ambulans untuk menyukseskan MotoGP 2022. RSUD NTB meminta tambahan ambulans ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

‘’Tambahan fasilitas pendukung seperti ambulans sangat perlu. Makanya lagi kita usahakan di Jakarta,’’ ujar Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., M.H., dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 30 November 2021.

Pascagelaran WSBK Mandalika yang telah berjalan sukses, Dokter Jack – sapaan akrab Direktur RSUD NTB ini mengatakan, pihaknya sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi MotoGP 2022. Karena waktunya tinggal tiga bulan dan cukup mepet.

‘’Dan tentunya berbeda nanti antara MotoGP dan WSBK. Dari sisi penonton saja, informasinya 200 ribu orang. Artinya akan ada penambahan tenaga kesehatan di sana,’’ terangnya.

Saat gelaran WSBK, RSUD NTB mendirikan tujuh tenda klinis di dalam kawasan sirkuit. Sehingga dalam gelaran MotoGP dengan jumlah tim dan kru balap serta penonton, maka layanan untuk emergency perlu ditambah.

‘’Tim medis yang kemarin saya tidak bubarkan hanya istirahatkan saja. Kalau ada tambahan, kita akan koordinasikan dengan Kementerian Kesehatan. Kemarin Kemenkes memberikan apresiasi. Begitu juga Dorna,’’ tandas Dokter Jack.

Pada saat gelaran WSBK 2021, RSUD NTB mempersiapkan 356 tenaga kesehatan (nakes) yang akan turun langsung dalam penanganan kesehatan selama event berlangsung. Tenaga kesehatan dimaksud terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan penunjang lainnya.

Nakes yang diterjunkan  berupa  dokter spesialis. Tidak hanya berasal dari Provinsi NTB saja, namun dari berbagai daerah diperuntukkan untuk event tersebut. Lokasi penempatan nakes dibagi dalam tiga ring. Yaitu  ring 1 yang berada di dalam sirkuit terdiri dari medical center, 13 ground post, 8 ambulans advance, 2 unit helikopter untuk evakuasi medis, tenaga kesehatan, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, penunjang lainnya yang telah dilengkapi alat kesehatan sesuai standar FIM termasuk alat X-Ray dan USG.

Kemudian ring 2 atau di area penonton, terdiri dari tenda medis, mini klinik, tenda isolasi, ambulans advance, ambulans transporter, tenaga kesehatan , terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, penunjang lainnya.

Dan ring 3 atau area sekitarnya, terdiri dari beberapa stakeholder tarkait. Yaitu PCC yang berlokasi di RSUD NTB, PCC se –  Pulau Lombok, Puskesmas dan Klinik sekitar, Rumah Sakit Mandalika, RSUD Praya, RSUD Kota Mataram, RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat dan RSUD NTB sebagai rujukan tertinggi. (nas)