Kadistanbun NTB Monitoring Pupuk Subsidi di Bima dan Dompu

Bima – Distanbun Provinsi NTB turun langsung ke Distributor pupuk di Bima dan Dompu, tanggal 22-23 November 2021 lalu.

Tujuan pengecekan guna memastikan penjualan pupuk jelang musim tanam tahun ini sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Apalagi ada laporan masyarakat, ada informasi pupuk subsidi mahal dan mulai langka.

Hasil pengawasan dua hari itu, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Bima dan Dompu tersedia untuk bulan November dan Desember. Hal ini sesuai dengan alokasi yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementan RI, diberikan melalui SK alokasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB.

“Yang dimaksud pupuk langka yaitu pupuk bersubsidi jenis NPK, SP-36 dan ZA. Hal ini memang ketersediannya sesuai dengan alokasi yang diberikan pemerintah pusat hanya sekitar 14 – 15 persen dari usulan e-RDKK petani,” jelas Kadistanbun Provinsi NTB Muhammad Riadi terkait temuannya.

Dijelaskan juga, stok pupuk non subsidi di lini III (Distributor) maupun di lini IV (pengecer) pada kios yang menjual pupuk non subsidi tetap tersedia. “Jadi tidak pernah kosong,”tegasnya.

Ditambahkan, penjualan pupuk subsidi tidak melebihi HET karena sudah diatur pada Permentan Nomor 49 Tahun 2020 tentang alokasi dan HET 2021.

Petani membeli harga pupuk bersubsidi sesuai HET di kios pengecer, namun apabila petani meminta pupuknya diterima di tempat, akan dikenakan biaya distribusi. “Tentunya ada biaya tambahan untuk sampai tempat yang diinginkan petani,” urainya.

Lanjut Riadi, hasil monev di lapangan yang dimaksud harga pupuk mahal atau melebihi HET pupuk bersubsidi, yaitu pupuk dijual pengecer tetapi barang tersebut adalah pupuk non subsidi,

“Memang harganya jauh di atas harga pupuk bersubsidi,” tandasnya.

Adapun hasil survei gudang distributor dan pengecer untuk ketersediaan pupuk bersubsidi pada musim tanam dirincinya :
– CV. RAHMAWATI : UREA 102.45 TON
– CV. REJEKI : UREA 217.65 TON
– CV. LAWAMORI : UREA 33.8 TON
– CV. BINTANG MAS : UREA 40 TON
– CV. WIRATAMA : UREA 18 TON
– CV. LANGGAM TIGA : UREA 20 TON
– CV. MITRA TANI : NPK 8 TON, ORGANIK 5 TON
– CV. BERKAH UTAMA : NPK 30 TON

Adapun Stok Gudang Persediaan Bima untuk non Urea sebagai berikut :
– NPK : 569.5 ton
– ZA : 196 ton
– SP36 : 204.85 ton
– Organik : 375.12 ton

Pupuk bersubsidi merupakan pupuk dalam pengawasan baik dalam proses pendistribusian maupun penyalurannya diawasi oleh berbagai pihak. Riadi ingin semua prosesnya transparan. (tim)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform...

0
Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem UMKM Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menginisiasi kerja sama Layanan Digital...

Latest Posts

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform AYO SRC

Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem...

80 Mahasiswa Pertukaran Dalam Negeri Belajar di Unisma

Malang (suarantb.com) Universitas Islam Malang menyambut sebanyak 80 mahasiswa...

Bulog Gelontorkan 650 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

Jakarta (suarantb.com)–Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya...

Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Pembelian SBN di BRImo

Jakarta (suarantb.com)– Aplikasi Super Apps Digital Banking BRImo milik...

Bupati Dompu Minta Pelaksanaan MTQ Dievaluasi

Dompu (Suara NTB) - Bupati Dompu, H. Kader Jaelani...