Target PAD Rp2,57 Triliun

0
H. Amry Rakhman (Suara NTB/nas)

PEMPROV NTB menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam RAPBD 2022 yang dinaikkan menjadi Rp2,57 triliun cukup realistis dan dapat dicapai tahun depan. Target PAD tahun 2022 bertambah sebesar Rp313,35 miliar lebih atau 13,38 persen dibandingkan target dalam APBD Perubahan 2021, yakni sebesar Rp 2,25 triliun lebih.

“Itu cukup realistis. Dengan asumsi tentunya. Kita melihat kondisi dalam dua tiga bulan ini, ada perbaikan dalam perekonomian seiring semakin melandainya Covid. Dan harapan adanya berbagai aktivitas perekonomian seperti dengan adanya WSBK dan MotoGP,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si., dikonfirmasi di Mataram, Senin, 29 November 2021.

Amry menjelaskan pada 2022, sektor pariwisata NTB diperkirakan terus membaik. Sejumlah event internasional akan dilaksanakan di NTB seperti MotoGP, WSBK, IATC dan balap motocross dunia atau MXGP.  Sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi NTB. ‘’Itulah yang membuat kita bisa melakukan perencanaan seperti itu,’’ terangnya.

Di satu sisi adanya penerimaan dana transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp607 miliar, dinilai tidak berpengaruh. Pasalnya, kata mantan Kepala Bappeda NTB ini, dana transfer yang turun tersebut merupakan DAK Non Fisik atau dana BOS yang penyalurannya mulai tahun depan langsung lewat kabupaten/kota.

“Jadi berkurangnya Rp607 miliar. Karena itu ditransfer langsung ke kabupaten/kota. Sehingga pengurangan itu yang membuat terjadi penurunan dana transfer. Di sisi yang lain PAD kita berusaha melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Sehingga ada kenaikan ratusan miliar tahun 2022,” terangnya.

Pendapatan dana transfer dari Pemerintah Pusat untuk Pemprov NTB tahun 2022 mendatang, turun signifikan mencapai Rp607,38 miliar dibandingkan APBD Perubahan 2021. Untuk itu, Pemprov menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2022.

Postur APBD 2022 saat penyampaian nota keuangan dalam rapat paripurna di DPRD NTB, Rabu, 25 November 2021. Disebutkan, pendapatan daerah dalam RAPBD 2022 direncanakan sebesar Rp5,39 triliun. Atau berkurang sebesar Rp340,88 miliar lebih atau turun 5,94 persen dibanding APBD Perubahan 2021, yakni sebesar Rp 5,73 triliun lebih.

Pendapatan daerah tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah yang direncanakan sebesar Rp2,57 triliun lebih. Atau bertambah Rp313,35 miliar lebih atau 13,38 persen dari APBD Perubahan 2021, yakni sebesar Rp 2,25 triliun lebih.

Total penerimaan pendapatan asli daerah tersebut bersumber dari pendapatan pajak daerah. Target pajak daerah direncanakan sebesar Rp 1,72 triliun lebih, atau bertambah sebesar Rp124,88 miliar atau 7,8 persen dari target penerimaan dalam APBD Perubahan 2021 sebesar Rp1,60 triliun lebih.

Kemudian retribusi daerah, ditargetkan sebesar Rp 45,87 miliar lebih, berkurang Rp1,34 miliar atau 2,85 persen dari APBD Perubahan 2021 sebesar Rp47,21 miliar lebih.  Selanjutnya, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, direncanakan sebesar Rp 60,34 miliar lebih, bertambah sebesar Rp14,08 miliar atau 30,45 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2021 sebesar Rp46,26 miliar lebih.

Selain itu, lain-lain pendapatan asli daerah (PAD) yang sah, pada RAPBD 2022 direncanakan sebesar Rp739,17 miliar lebih. Mengalami peningkatan sebesar Rp175,73 miliar lebih atau 31,19 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2021 sebesar Rp 563,44 miliar lebih.

Untuk pendapatan transfer, dalam RAPBD 2022 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pendapatan transfer bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah.

Dalam RAPBD NTB 2022, pendapatan transfer pemerintah pusat  sebesar Rp2,81 triliun lebih. Terjadi penurunan sebesar Rp607,38 miliar lebih atau 17,73 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan tahun anggaran 2021, yaitu sebesar Rp3,42 triliun lebih.

Sementara pendapatan transfer antar daerah direncanakan sebesar Rp1,66 miliar lebih, terjadi penurunan sebesar Rp80,84 juta lebih dari APBD Perubahan 2021 yaitu sebesar Rp1,74 juta lebih.

Serta penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah pada RAPBD 2022 direncanakan sebesar Rp8,01 miliar lebih, berkurang cukup sigifikan sebesar Rp 46,76 miliar lebih atau 85,37 persen dibandingkan dengan  APBD Perubahan 2021 sebesar Rp 54,78 miliar lebih.

Sedangkan dari sisi belanja daerah, pada RAPBD 2022 direncanakan sebesar Rp5,96 triliun lebih. Atau mengalami penurunan sebesar Rp418,73 miliar lebih atau 6,56 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2021 sebesar Rp6,38 triliun lebih.

Dengan total anggaran pendapatan daerah yang sebesar Rp5,39 triliun lebih dan jumlah belanja daerah sebesar Rp5,96 triliun lebih. Maka APBD NTB tahun anggaran 2022 direncanakan defisit anggaran sebesar Rp562,5 miliar. (nas)