Program KKP Rp5 Triliun di NTB, Dokumen Perencanaan Kawasan dan Kampung Lobster Rampung

0
Muslim (Suara NTB/nas)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan NTB sebagai salah satu daerah untuk pengembangan budidaya udang vaname (shrip estate) dan lobter estate. Untuk mendukung dua proyek besar tersebut, KKP menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk NTB.

Dari dua program besar tersebut, baru dokumen perencanaan pengembangan kawasan dan kampung lobster yang sudah rampung. Sedangkan dokumen perencanaan pengembangan budidaya udang masih dalam proses pembahasan penyesuaian tata ruang.

“Yang sudah fix dokumennya, DED kampung lobster sudah jadi. Insya Allah tahun depan anggaran sudah tersedia,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim, S.T., M.Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 29 November 2021.

Pengembangan kawasan dan kampung lobster berlokasi di Teluk Ekas Jerowaru Lombok Timur. Anggaran yang disiapkan KKP mencapai Rp1 triliun. Sedangkan kawasan budidaya udang vaname berlokasi di Kabupaten Sumbawa dengan anggaran sebesar Rp4 triliun.

Kawasan budidaya udang vaname ini akan menggunakan lahan masyarakat setempat. Nantinya masyarakat pemilik lahan akan memiliki saham. Semakin luas lahannya maka porsi saham mereka juga akan besar. “Tapi formulasi persentase sahamnya itu yang belum keluar dari KKP,” jelas Muslim.

Saat ini, kata Muslim, sedang dalam proses persetujuan substansi dari KKP. Selanjutnya persetujuan substansi dari KKP dibawa ke Kementerian ATR. Persetujuan substansi tata ruang tersebut sebagai dasar kabupaten/kota melakukan revisi RTRW.

Sebelum dilakukan penyesuaian tata ruang, maka program ini belum bisa jalan. Karena lokasi yang ada sekarang masuk kawasan irigasi dan lahan pertanian berkelanjutan. Sehingga perlu dilakukan penyesuaian tata ruang. “Kalau sudah dilakukan penyesuaian maka akan jalan,” tandas mantan Kepala Bidang Ekonomi Bappeda NTB ini. (nas)